Juventus kembali menghadapi krisis di lini tengah. Sejak awal musim 2025/26, masalah kualitas dan kuantitas di tengah lapangan membuat Luciano Spalletti kesulitan menyeimbangkan skuad.
Jurnalis Italia, Gianni Balzarini bahkan melontarkan ide kontroversial, yakni memulangkan Miralem Pjanic, gelandang berusia 35 tahun yang kini berstatus bebas transfer.
Krisis Lini Tengah Juventus
Sejak ditunjuk sebagai pelatih Bianconeri, Spalletti telah memanfaatkan pemain di posisi non-alami untuk mengatasi kekosongan di lini tengah.
Contohnya, Teun Koopmeiners diturunkan di lini belakang, sementara Weston McKennie berperan sebagai wing-back.
Akibatnya, Manuel Locatelli dan Khephren Thuram sering tampil tanpa pengganti alami di bangku cadangan.
Kurangnya kedalaman skuat semakin terlihat ketika kedua pemain inti ini mulai kesulitan menjaga konsistensi performa, terutama karena minimnya waktu istirahat.
Balzarini: “Pjanic Bisa Jadi Solusi Jangka Pendek”
Dalam kolomnya untuk IlBianconero, Balzarini menulis:
“Juve ini perlu meningkatkan kualitas. Saya melemparkan sebuah provokasi, dan saya sudah lama memikirkannya. Mengapa tidak merekrut kembali pemain seperti Miralem Pjanic, yang saat ini bebas transfer, bisa langsung didatangkan dan kembali ke tim, mungkin di akhir Januari atau awal Februari? Kualitas di lini tengah pasti akan mendapat manfaat.” Ujar Balzarini.
Pernyataan ini menyoroti satu solusi murah dan jangka pendek yang mungkin membantu Spalletti menstabilkan lini tengah Juventus, terutama selama fase padat di Serie A dan Liga Champions.
Rekam Jejak Miralem Pjanic di Juventus
Pjanic bergabung dengan Juventus pada musim panas 2016 setelah lima tahun impresif di Roma.
Di bawah arahan Max Allegri, ia segera menjadi starter reguler, menggantikan Andrea Pirlo sebagai regista di lini tengah.
Namun, kepindahannya ke Barcelona dalam kesepakatan swap yang melibatkan Arthur Melo tidak berjalan mulus. Karier Pjanic menurun drastis, dan setelah meninggalkan CSKA Moscow, ia kini berstatus free agent.
Dengan usia 35 tahun dan empat bulan tidak aktif, keputusan membawa kembali Pjanic tentu penuh risiko.
Kemampuan playmaker yang dulu memukau di Allianz Stadium antara 2016-2020 mungkin sudah jauh berkurang.
Risiko vs Potensi Manfaat
Menghadirkan Pjanic bisa memberikan beberapa keuntungan:
- Pengalaman dan kepemimpinan: Membantu lini tengah yang masih muda dan inkonsisten.
- Solusi instan: Bisa didatangkan di tengah musim tanpa biaya transfer besar.
Namun risikonya juga nyata:
- Kondisi fisik dan performa: Empat bulan tidak aktif membuat kebugaran Pjanic menjadi pertanyaan besar.
- Adaptasi: Mungkin sulit menyesuaikan diri dengan sistem Spalletti setelah lama absen.

Leave a Reply