Rumor kembalinya Joao Cancelo ke Juventus kembali mencuat jelang bursa transfer Januari 2026.
Di tengah performa inkonsisten Juventus pada awal musim dan pergantian pelatih ke Luciano Spalletti, Bianconeri disebut sedang mencari solusi cepat untuk memperkuat skuad.
Namun, pakar transfer ternama, Fabrizio Romano, justru menyejukkan spekulasi yang berkembang.
Dalam analisis terbarunya, Romano memastikan bahwa peluang Juventus memulangkan Cancelo dari Al-Hilal sangat kecil. Meski sang full-back Portugal pernah tampil impresif di Turin, faktor finansial menjadi batu sandungan terbesar.
Juventus Cari Penguatan Baru di Era Luciano Spalletti
Juventus menjalani awal musim yang jauh dari ekspektasi. Peluang yang gagal dikonversi, performa yang naik-turun, dan tekanan publik membuat manajemen akhirnya menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih baru.
Eks juru taktik Napoli ini dipercaya untuk mengembalikan identitas permainan Juventus dan menstabilkan performa tim.
Untuk mendukung proyek tersebut, Juventus berencana mendatangkan beberapa pemain pada Januari, terutama di sektor pertahanan.
Spalletti membutuhkan sosok yang mampu memberi dampak instan agar Bianconeri bisa kembali konsisten menghadapi padatnya kompetisi.
Dalam konteks itu, nama Joao Cancelo kembali muncul. Kreativitas, kecepatan, dan fleksibilitas Cancelo dianggap cocok dengan gaya Spalletti. Di atas kertas, transfer ini tampak masuk akal. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu.
Romano Tegaskan: Cancelo Tak Akan Kembali ke Juventus
Menurut laporan Tuttomercatoweb, Fabrizio Romano memberikan klarifikasi tegas terkait spekulasi tersebut. Ia mengatakan:
“Kembalinya Cancelo ke Juventus? Rumornya memang ada, tapi saya tidak melihat mereka sedang mengusahakan itu. Tidak ada pembicaraan dengan klub atau Jorge Mendes. Gajinya juga berada di luar standar Italia. Ia harus menerima potongan besar jika ingin kembali ke Juventus atau Serie A secara umum.”
Pernyataan Romano menegaskan bahwa hambatan utama adalah gaji Cancelo yang sangat tinggi, jauh di atas standar finansial klub Serie A saat ini.
Juventus tidak dalam posisi untuk memenuhi tuntutan tersebut, terlebih mereka masih beroperasi dengan kebijakan anggaran ketat.

Leave a Reply