Juventus kembali menjadi sorotan setelah performa dua rekrutan anyar mereka, Jonathan David dan Lois Openda, dinilai jauh dari kata memuaskan.
Kritik paling keras datang dari jurnalis Italia, Paolo Paganini, yang menilai keduanya bahkan “digabung pun belum bisa menjadi satu striker top.”
Pernyataan itu menggambarkan betapa buruknya bisnis transfer Juventus pada musim panas lalu, sebuah kegagalan yang kini mulai terlihat dampaknya pada performa tim di Serie A.
Diharapkan Jadi Tumpuan, Justru Mengecewakan
Juventus mendatangkan Jonathan David secara gratis pada Juli lalu. Banyak yang menganggap langkah ini sebagai kudeta cerdas Damien Comolli, berdasarkan kiprah impresif David selama lima musim bersama LOSC Lille.
Pada saat bersamaan, Juventus juga berupaya memulangkan Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain.
Namun karena tak mencapai kesepakatan dengan PSG, Bianconeri akhirnya memilih menebus Lois Openda dari RB Leipzig.
Dua nama yang seharusnya memperkuat lini depan. Dua nama yang seharusnya menjadi sumber gol baru. Namun hasilnya justru sebaliknya.
David dan Openda Masih Mandul di Turin
Realita menunjukkan keduanya kesulitan beradaptasi:
- Jonathan David mencetak gol pada debutnya melawan Parma, namun setelah itu mandul total.
- Lois Openda bahkan lebih mengenaskan karena belum mencetak satu gol pun untuk Juventus.
Padahal, ekspektasi terhadap keduanya sangat tinggi untuk membantu Juventus memperbaiki lini depan yang sering tumpul musim lalu.
Situasi ini membuat Dusan Vlahovic, pemain yang hampir dijual musim panas lalu, kembali menjadi satu-satunya tumpuan.
Meski performanya belum terlalu konsisten, Vlahovic sudah mengoleksi enam gol, unggul jauh dari dua rekrutan baru tersebut.
Laga vs Fiorentina Ungkap Masalah Serius
Hasil imbang 1-1 Juventus melawan Fiorentina kembali mempertegas minimnya kualitas dalam serangan.
David dan Openda baru dimainkan pada menit ke-88, menunjukkan betapa rendahnya kepercayaan staf pelatih terhadap keduanya.
Momentum inilah yang memicu kritik keras dari Paganini.
Paganini Tak Tahan Lagi: “Dua-duanya Digabung Pun Bukan Striker Top”
Dalam komentarnya di X (Twitter), Paolo Paganini tidak segan mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas lini depan Juventus.
Ia menegaskan bahwa Juventus gagal total dalam bursa transfer musim panas:
“Untuk memenangkan pertandingan, kamu butuh pemain berkualitas. Itu bukan hal baru. Juventus salah besar pada bursa transfer musim panas.”
Tak berhenti di situ, ia melontarkan kritik paling tajam kepada duet David–Openda:
“David dan Openda kalau digabung pun belum jadi satu striker level top,”
Pernyataan ini mencerminkan keresahan yang dirasakan para tifosi dan pengamat sepak bola terkait buruknya perencanaan Juventus musim panas lalu.
Apakah Juventus Butuh Striker Baru Lagi?
Situasi Juventus kini memunculkan banyak pertanyaan:
- Apakah duet David dan Openda benar-benar gagal total?
- Haruskah Juventus mencari striker baru di bursa transfer musim dingin?
- Apakah masalah sebenarnya terletak pada pelatih, sistem permainan, atau kualitas individu pemain?
Satu hal yang jelas: krisis lini depan Juventus semakin nyata, dan kritik seperti Paganini akan terus berdatangan jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat.

Leave a Reply