Cambiaso Akui Tantangan Berat di Markas Bodo/Glimt: “Saya Tidak Main di Rumput Sintetis Sejak Usia 17 Tahun”

Juventus kembali menghadapi ujian berat di matchday 4 Liga Champions 2025-26 saat bertandang ke markas Bodo/Glimt pada Rabu (26/11/2025) pukul 03.00 WIB.

Tidak hanya karena performa yang masih jauh dari harapan, namun juga kondisi ekstrem di Norwegia yang dinilai dapat memengaruhi ritme permainan Bianconeri.

Bek serba bisa Andrea Cambiaso menegaskan bahwa Juventus harus benar-benar siap menghadapi laga sulit tersebut, terutama karena pertandingan akan digelar di suhu sub-zero dan di atas lapangan sintetis, jenis permukaan yang sudah sangat lama tidak ia hadapi.

Juventus Masih Tanpa Kemenangan di Liga Champions Musim Ini

Musim ini berjalan tidak ideal bagi Juventus di pentas Eropa. Dari empat laga awal fase liga Liga Champions, Bianconeri hanya mampu mengemas tiga hasil imbang (vs Borussia Dortmund, Villarreal, Sporting CP) dan satu kekalahan (vs Real Madrid).

Akibatnya, Juventus saat ini berada di peringkat 26 klasemen UEFA League Phase, sebuah posisi yang belum cukup untuk lolos ke babak gugur.

Kini, Spalletti dan pasukannya harus merebut tiga poin dari Bodo/Glimt—tim yang terkenal tangguh, terutama ketika bermain di kandang sendiri di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Cambiaso: “Lapangan Sintetis dan Cuaca Jadi Masalah Utama”

Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Andrea Cambiaso menegaskan bahwa pertandingan di Norwegia bukan hanya soal taktik, tetapi juga adaptasi fisik.

“Ini terasa berbeda. Kami harus siap. Akan sangat sulit, tapi kami harus mempersiapkan diri dengan maksimal,” ujarnya.

Bek Juventus itu menjelaskan bahwa faktor cuaca dan permukaan lapangan adalah tantangan terbesar.

“Masalahnya adalah iklim dan lapangan. Suhunya -6°C, itu memengaruhi pernapasan, kekuatan kaki, bahkan kami harus mengganti sepatu. Saya tidak bermain di lapangan sintetis sejak usia 17 tahun, itu perbedaan terbesar,”

Permukaan sintetis yang memantulkan bola secara berbeda, serta udara dingin yang menusuk, dapat mengganggu kenyamanan pemain dan memperbesar risiko kesalahan teknis.

Evaluasi Laga Kontra Fiorentina dan Fokus Penuh ke Bodo/Glimt

Cambiaso juga menanggapi ketidakpastian yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pergantian pelatih: Allegri, Thiago Motta, Tudor, hingga Spalletti.

“Saya tidak bisa menjawab Anda, terlalu banyak hal telah berubah selama dua tahun terakhir dengan Allegri, Thiago Motta, Tudor, dan Spalletti,”

Soal kesalahan persiapan saat melawan Fiorentina yang berakhir 1-1, Cambiaso tidak memberikan jawaban pasti.

“Kami sudah evaluasi dengan pelatih. Besok akan sulit,”

Belajar dari Tim Lain yang Pernah Kesulitan di Markas Bodo/Glimt

Bodo/Glimt memiliki reputasi sebagai tuan rumah yang berbahaya. Roma dan Lazio dalam beberapa musim terakhir juga merasakan kerasnya permainan mereka.

Cambiaso berbagi bahwa ia mendapat saran langsung dari kiper Italia, Guglielmo Vicario.

“Vicario menjelaskan perbedaan intensitas dan karakteristik lapangannya. Kami tahu margin kesalahan sangat kecil. Kami harus mendapatkan poin besok.”

Dengan kondisi yang tidak bersahabat dan tekanan wajib menang, Juventus harus menampilkan performa terbaik untuk mengamankan kemenangan pertama di Liga Champions musim ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*