Tanpa Vlahovic, Spalletti Pertimbangkan Trisula Baru di Lini Serang Juventus

Cedera serius yang menimpa Dusan Vlahovic saat kemenangan 2-1 atas Cagliari pada pekan ke-13 Serie A 2025-26 membuat Luciano Spalletti harus memutar otak mencari solusi baru.

Sejak kedatangannya, pelatih berusia 66 tahun itu sangat mengandalkan bomber Serbia tersebut sebagai starter dalam lima dari enam pertandingan pertamanya.

Namun kini, dengan kemungkinan absennya Vlahovic untuk periode yang cukup panjang, Spalletti dipaksa menyiapkan perubahan signifikan dalam struktur serangan Bianconeri.

Cedera Vlahovic Jadi Pukulan Berat untuk Juventus

Cedera Vlahovic menjadi titik krusial. Setelah ditarik keluar pada babak pertama, Juventus bergantung pada Jonathan David, tetapi striker Kanada itu justru mengalami malam sulit, hingga mendapat siulan dari para pendukung di Allianz Stadium.

Sementara itu, Lois Openda yang masuk di menit-menit akhir juga tidak mampu memberikan dampak berarti.

Kedua rekrutan baru tersebut memang mencetak gol saat laga tengah pekan melawan Bodo/Glimt, namun total produktivitas mereka masih minim: hanya tiga gol sejak bergabung dengan Juventus.

Dengan kondisi ini, Spalletti menghadapi dilema besar: siapa yang layak mengisi posisi penyerang utama?

Solusi Alternatif: Trio David – Openda – Yildiz

Menariknya, ketika banyak pihak menyarankan Juventus mencoba pendekatan berbeda, misalnya memainkan Kenan Yildiz sebagai false 9 seperti yang disarankan eks gelandang Juve, Hernanes.

Namun, Spalletti justru mempertimbangkan opsi yang lebih agresif.

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport (GDS), Spalletti tengah serius mempertimbangkan formasi tiga penyerang yang berisi:

  • Lois Openda sebagai penyerang tengah yang agresif dalam menyerang ruang
  • Jonathan David sebagai second striker yang mampu menghubungkan permainan antar lini
  • Kenan Yildiz dimainkan lebih ke tengah sebagai Trequartista ala Serie A klasik

Kenapa Trio Ini Bisa Menjadi Senjata Baru Juventus?

  • Openda memiliki naluri vertikal dan kecepatan yang sangat cocok dengan skema transisi cepat ala Spalletti.
  • David memiliki visi dan kemampuan kombinasi yang solid, ideal menjadi penghubung antara lini tengah dan serangan.
  • Yildiz adalah talenta spesial, kreatif, tak terduga, dan bisa menjadi pusat kreativitas serangan jika diberi kebebasan sebagai nomor 10.

Formasi ini dapat membentuk pola 3-4-3 atau  3-4-1-2 fleksibel, yang jauh lebih ofensif dibanding struktur 3-4-2-1 yang biasa digunakan Spalletti.

Siapa yang Tersingkir Jika Formasi Ini Dipakai?

Dalam skenario ini, Francisco Conceição kemungkinan menjadi pemain yang paling dirugikan.

Namun GDS menegaskan bahwa winger Portugal itu tetap akan mendapat menit bermain, terutama dalam rotasi atau saat Juventus membutuhkan opsi melebar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*