Wacana tukar guling pemain antara Juventus dan Inter Milan kembali memanaskan sepak bola Italia. Kali ini, rumor menyebut potensi pertukaran Khephren Thuram dengan gelandang Inter, Davide Frattesi.
Isu tersebut bahkan mendapat perhatian khusus dari legenda sepak bola Italia, Luca Toni, yang memberikan penilaian tegas soal siapa pihak yang paling diuntungkan.
Rumor Panas Thuram–Frattesi Menggema di Italia
Dalam 48 jam terakhir, media Italia ramai mengangkat kabar ketertarikan Juventus terhadap Davide Frattesi.
Minat tersebut tak lepas dari kekaguman Luciano Spalletti terhadap sang gelandang, yang secara ironis menjadi top skor Timnas Italia selama masa kepelatihannya.
Juventus sendiri sudah lama memantau Frattesi sejak ia masih membela Sassuolo.
Kini, minimnya menit bermain Frattesi di Inter Milan dianggap sebagai celah yang bisa dimanfaatkan Bianconeri untuk memboyongnya ke Turin.
Namun, Inter tak serta-merta membuka pintu. Giuseppe Marotta dan Piero Ausilio dikabarkan hanya bersedia bernegosiasi jika Juventus menyertakan nama Khephren Thuram, gelandang muda potensial yang juga adik dari striker Inter, Marcus Thuram.
Luca Toni: Thuram Lebih Unggul dari Frattesi
Meski skenario pertukaran tersebut terlihat “adil” di atas kertas, Luca Toni justru menilai Juventus akan berada di pihak yang dirugikan.
“Thuram satu level di atas Frattesi,” tegas Toni, juara Piala Dunia 2006, saat berbicara di DAZN seperti dikutip JuventusNews24.
Menurut Toni, kualitas, fleksibilitas, dan potensi jangka panjang Thuram membuatnya menjadi aset yang terlalu berharga untuk dilepas, bahkan demi Frattesi yang sudah lebih matang secara usia.
Frattesi Dinilai Tak Cocok Gantikan Peran Thuram
Toni juga meragukan kecocokan Frattesi dengan sistem permainan Juventus, terutama jika ia harus menggantikan peran Thuram di lini tengah.
“Frattesi tidak bisa bermain dalam dua gelandang tengah. Paling jauh, dia ditempatkan di belakang striker,” lanjut Toni.
Pernyataan ini menyoroti perbedaan karakter kedua pemain. Thuram dikenal sebagai gelandang dinamis yang mampu menjaga keseimbangan dan progresi bola, sementara Frattesi lebih cocok sebagai box-to-box atau gelandang serang yang rajin masuk kotak penalti.
Peran Frattesi ala Spalletti
Di bawah arahan Spalletti, Frattesi kerap dimainkan lebih ofensif, bahkan menyerupai peran Simone Perrotta di masa lalu. Ia bukan sekadar gelandang pekerja, tetapi pemain yang aktif mencari ruang dan mencetak gol dari lini kedua.
Gaya bermain inilah yang membuat Frattesi produktif bersama Timnas Italia, namun sekaligus membatasi fleksibilitasnya jika harus mengisi peran lebih defensif seperti yang biasa diemban Thuram.
Juventus Tegaskan Thuram Tak Dijual
Di tengah spekulasi yang semakin liar, Giorgio Chiellini selaku direktur Juventus memberikan sinyal jelas. Ia menegaskan bahwa Khephren Thuram tidak akan dilepas, meski enggan mengomentari ketertarikan klub terhadap Frattesi.
Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa Juventus lebih memilih mempertahankan fondasi lini tengahnya ketimbang mengambil risiko dalam kesepakatan yang dinilai tidak seimbang.

Leave a Reply