Olympique Marseille memastikan bahwa Pierre-Emile Hojbjerg tidak akan dilepas, sekalipun namanya sempat dikaitkan dengan Juventus menjelang bursa transfer Januari 2026.
Di saat banyak klub Eropa melihat jendela musim dingin sebagai peluang memperkuat skuad, Marseille justru memilih pendekatan berbeda: mempertahankan tulang punggung tim demi menjaga stabilitas dan konsistensi performa. Hojbjerg menjadi simbol utama dari kebijakan tersebut.
Hojbjerg, Pilar Taktik dan Pemimpin Ruang Ganti Marseille
Seperti yang diungkapkan jurnalis transfer Alfredo Pedullà, Presiden Marseille, Pablo Longoria, secara tegas menutup segala kemungkinan kepergian gelandang asal Denmark itu.
Hojbjerg bukan hanya pemain inti di lini tengah, tetapi juga pemimpin di ruang ganti dan figur penting dalam struktur internal tim.
Keputusan ini memperjelas bahwa Marseille tidak ingin mengorbankan keseimbangan tim demi keuntungan jangka pendek. Dalam proyek yang sarat target dan visi jangka panjang, Hojbjerg dianggap tak tergantikan.
Juventus Gigit Jari, Minat Tak Pernah Berbuah Negosiasi
Di sisi lain, Juventus harus menerima kenyataan pahit. Ketertarikan terhadap Hojbjerg tidak pernah berkembang menjadi negosiasi konkret, bahkan belum mencapai tahap pembicaraan awal antar klub.
Situasi ini sejatinya sudah dapat diprediksi. Beberapa pekan sebelumnya, pelatih Marseille Roberto De Zerbi telah memberikan sinyal kuat bahwa sang gelandang tidak masuk daftar jual.
Dalam wawancaranya dengan Sportitalia, De Zerbi menegaskan peran vital Hojbjerg dalam menjaga keseimbangan taktik dan identitas permainan Marseille.
Bagi Juventus, sikap Marseille ini menjadi sinyal bahwa pencarian gelandang berpengalaman harus dialihkan ke target lain.

Leave a Reply