Paolo Di Canio Ungkap Posisi Krusial yang Harus Dibenahi Juventus, Usulkan Striker Wolverhampton

Mantan striker Juventus, Paolo Di Canio, angkat bicara soal kondisi Bianconeri musim ini.

Di Canio menilai Juventus menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, namun masih jauh dari level penantang gelar.

Dalam analisanya, Di Canio menyoroti dua posisi vital yang wajib segera diperkuat, sekaligus mengajukan satu nama solusi dari Premier League.

Juventus Mulai Stabil di Era Luciano Spalletti

Setelah memecat Igor Tudor pada akhir Oktober akibat start musim yang mengecewakan, Juventus menunjuk Luciano Spalletti sebagai nahkoda baru.

Meski performa tim belum sepenuhnya spektakuler, Di Canio melihat perubahan signifikan, terutama dari sisi mental dan organisasi permainan.

“Respons tim saat ini positif, terutama secara mental: sikap, mentalitas, dan pendekatan,” ujar Di Canio kepada Sky Sport Italia, dikutip Tuttosport.

“Tim terlihat lebih terorganisir dan seimbang,”

Namun, ia menegaskan bahwa peningkatan tersebut belum cukup untuk membawa Juventus bersaing di puncak klasemen.

“Kami masih kekurangan kualitas penyelesaian akhir untuk bersaing memperebutkan posisi pertama, tetapi ambisi dapat tumbuh. Spalletti tahu bagaimana menanamkan nilai-nilai,”

Masalah Utama Juventus: Finishing dan Kualitas Build-Up

Menurut Di Canio, ketiadaan striker produktif dan gelandang kreatif dalam fase build-up menjadi penghambat utama ambisi Juventus.

“Tanpa striker tajam dan tanpa lini tengah yang benar-benar berkualitas dalam membangun serangan, sulit bagi Juventus bersaing di papan atas,” tegasnya.

Meski begitu, ia mengakui progres di fase bertahan dan keseimbangan tim. Kemenangan tipis atas Bologna disebutnya sebagai contoh keberhasilan rencana taktik Spalletti, meski skor akhir hanya 1-0.

“Meskipun demikian, mereka meningkatkan fase pertahanan, ruang serang, dan keseimbangan secara keseluruhan. Melawan Bologna, rencana taktis berjalan sangat baik, di luar skor 1-0,”

Dalam peta persaingan Serie A, Di Canio menilai Inter Milan berada satu level di atas yang lain, sementara Napoli di bawah Antonio Conte tetap solid. Juventus, Milan, dan Roma, menurutnya, masih akan bertarung ketat memperebutkan tiket Liga Champions.

“Inter berada di depan semua orang saat ini. Napoli, dengan Conte, tetap kuat. Milan, Juve, dan Roma akan bersaing memperebutkan tempat di Liga Champions,”

Dukung Spalletti, Puji Sikap Keluarga Agnelli

Di Canio juga menyinggung dinamika kepemilikan Juventus. Ia mengapresiasi keputusan John Elkann yang menolak tawaran dari Tether, menyebutnya sebagai simbol kebanggaan keluarga Agnelli.

“Sikap keluarga Agnelli patut diapresiasi. Itu memberi harapan. Tapi proses pertumbuhan Juventus memang terlalu lama,”

Ia menekankan pentingnya stabilitas dan meminta manajemen memberikan kepercayaan penuh kepada Spalletti.

“Sekarang mereka punya pelatih serius dan disiplin yang menanamkan nilai-nilai. Mereka harus mempercayainya. Saya akan memperpanjang kontraknya. Itu pesan kuat untuk ruang ganti.”

Di Canio Usulkan Jørgen Strand Larsen ke Juventus

Sebagai solusi konkret, Di Canio mengusulkan nama Jørgen Strand Larsen, striker milik Wolverhampton Wanderers. Menurutnya, Juventus membutuhkan penyerang fisikal yang mampu menjadi titik tumpu di lini depan.

“Juventus butuh pemain fisik di depan. Tidak bisa hanya mengandalkan gelandang,” jelas Di Canio.

“Dari Inggris, saya sarankan Jørgen Strand Larsen. Dia kuat, lapar gol, dan pemain tim sejati. Dia bukan pemain fenomenal, tetapi dia membuat pemain lain tampil lebih baik,”

Meski baru mencetak satu gol di Premier League musim ini, seiring performa Wolves yang tengah terpuruk, Larsen sejatinya punya rekam jejak solid.

Musim lalu, ia menorehkan 14 gol dan empat assist, membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang pekerja keras yang membuat rekan setim tampil lebih baik.

Di Canio bahkan menilai banderol €40–45 juta sebagai harga yang pantas untuk tipe striker seperti Larsen.

“Saya akan merekrutnya dengan harga €40–45 juta.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*