Gasperini Ungkap Alasan Tolak Juventus Demi Roma: “Tantangannya Lebih Sulit”

Gian Piero Gasperini akhirnya angkat bicara soal keputusan besar yang ia ambil musim panas lalu.

Pelatih berpengalaman asal Italia itu mengonfirmasi bahwa dirinya menolak tawaran Juventus dan memilih bergabung dengan AS Roma, karena tertantang oleh proyek yang menurutnya jauh lebih sulit.

Pernyataan tersebut disampaikan Gasperini dalam konferensi pers jelang laga pekan ke-16 Serie A 2025-26 antara Juventus vs Roma di Allianz Stadium, Sabtu (21/12/2025) pukul 02.45 WIB.

Pilih Tantangan, Bukan Kenyamanan

Dalam keterangannya kepada Sky Sport, Gasperini mengungkap alasan utama di balik keputusannya.

“Karena tantangannya lebih sulit. Saya senang dengan pilihan ini,” ujar Gasperini.

Bagi Gasperini, proyek Roma menawarkan tantangan yang berbeda dibanding Juventus, klub yang secara historis selalu berada di papan atas dan terbiasa bersaing untuk gelar.

Ia memilih jalur yang lebih terjal, namun penuh potensi.

Roma vs Juventus: Ujian Sesungguhnya

Meski memilih Roma, Gasperini menegaskan rasa hormatnya terhadap Juventus tetap sangat besar.

“Sekarang kita menghadapi pertandingan penting. Juventus adalah tim hebat. Mereka selalu kuat dan mampu memperkuat diri. Menang adalah bagian dari DNA mereka,” tegasnya.

Roma datang ke laga ini dengan modal positif usai meraih hasil bagus kontra Como dan pertandingan Liga Eropa di Glasgow. Gasperini ingin melihat sejauh mana perkembangan timnya saat menghadapi lawan kelas berat.

“Kami datang ke pertandingan ini setelah penampilan bagus melawan Como dan di Glasgow, dan kami ingin menguji diri kami sendiri melawan tim ini,”

Konsistensi Roma Jadi Modal Utama

Roma saat ini berada di posisi keempat klasemen Serie A, unggul empat poin dari Juventus yang berada tepat di bawahnya. Gasperini menilai konsistensi sebagai kunci keberhasilan timnya sejauh ini.

“15 pertandingan adalah rangkaian yang bagus untuk memberi gambaran. Para pemain tampil luar biasa, bahkan ketika kami tidak selalu menang,”

Dengan posisi klasemen yang ketat dan kalender yang padat, Gasperini menegaskan fokus penuh timnya tertuju pada laga ini.

“Ini 19 Desember, konsentrasi berada di puncaknya. Bermain dengan klasemen seperti ini sangat menggairahkan,”

Kendala Skuad Jelang Laga Besar

Namun Roma tidak datang tanpa masalah. Gasperini mengonfirmasi bahwa Mario Hermoso belum 100% fit karena kelelahan otot, sementara Evan Ndicka juga absen, yang memaksanya memutar otak di lini pertahanan.

Situasi ini menambah kompleksitas tantangan yang justru menjadi alasan Gasperini memilih Roma sejak awal.

Relasi dengan Spalletti dan Juventus

Gasperini juga berbicara soal hubungannya dengan pelatih Juventus, Luciano Spalletti, yang baru ditunjuk menggantikan Igor Tudor.

“Hubungan kami baik. Ketika dia di Inter, kami kebetulan makan malam bersama dan kami sering berbicara ketika dia bersama tim nasional,” ungkap Gasperini.

Bagi Gasperini, Juventus bukan sekadar lawan, melainkan tolok ukur.

“Juve selalu menjadi tolok ukur dalam karier saya. Jika Anda mengalahkan mereka, itu berarti Anda benar-benar kompetitif.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*