Spalletti Bicara Filosofi Juve: “Tak Perlu Main Cantik Seperti Etalase, Lebih Baik Berantakan Tapi Siap Bertarung”

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, kembali menegaskan filosofi sepak bolanya jelang duel besar Juventus vs AS Roma pada pekan ke-16 Serie A 2025-26, Minggu (21/12/2025) pukul 02.45 WIB di Allianz Stadium.

Dalam konferensi pers pra-pertandingan, sang allenatore menanggapi pertanyaan soal “keindahan” permainan Juve dengan jawaban yang penuh makna, dan jauh dari klise.

Alih-alih mengejar estetika semu, Spalletti menegaskan bahwa efektivitas, kesiapan mental, dan kecepatan reaksi jauh lebih penting dibanding permainan yang terlihat indah di mata penonton.

“Bukan Cantik Seperti Etalase Toko, Lebih Baik Baju Kusut Tapi Siap Dipakai”

Spalletti menggunakan analogi menarik untuk menjelaskan visinya tentang sepak bola modern.

“Kalau soal keindahan, itu tergantung apa yang dianggap menarik oleh pecinta olahraga. Indah seperti etalase toko? Lebih baik memakai baju yang kusut, tetapi siap melakukan apa pun yang dibutuhkan di dalam pertandingan. Cara bermain seperti sekarang: menekan, merebut posisi, bermain cepat, mengantisipasi situasi yang akan datang,” ujar Spalletti.

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan pragmatis sang pelatih: menang dan bertahan hidup dalam pertandingan lebih utama daripada tampil rapi tapi rapuh.

Identitas Juve Versi Spalletti: Intens, Agresif, dan Cepat Beradaptasi

Spalletti menekankan bahwa Juventus yang ia bangun adalah tim dengan intensitas tinggi, berani menekan, cepat merebut posisi, dan agresif dalam mengantisipasi situasi permainan.

Menurutnya, sepak bola saat ini bergerak sangat cepat, baik secara fisik maupun mental. Jika sebuah tim terlambat membaca situasi, konsekuensinya bisa fatal.

“Dalam kecepatan seperti ini, hal terpenting adalah mampu memprediksi kejadian. Kalau kamu tidak secepat lawan, kamu pasti kesulitan,”

Inilah alasan mengapa Spalletti menuntut para pemainnya untuk tidak terpaku pada pola baku, tetapi berani keluar dari skema jika situasi di lapangan menuntut respons berbeda.

Keluar dari Pola, Membaca Momen

Salah satu pesan paling kuat dari Spalletti adalah pentingnya insting dan impuls reaksi. Ia menilai bahwa permainan modern menuntut pemain untuk mampu mengenali perubahan situasi secara instan.

“Kami masih punya margin untuk berkembang, dan perlu dilihat apakah dalam konteks dengan level yang begitu ekstrem dari sisi lari dan tuntutan mental ini kami bisa menemukan ruang-ruang tersebut. Kita harus keluar dari pola yang sudah dikodifikasi, keluar dari cara berpikir yang kaku,”

“Situasi berubah dengan sangat cepat. Kamu harus siap mengenalinya saat itu juga, bereaksi dengan impuls yang tepat,”

Pendekatan ini menegaskan bahwa Spalletti ingin Juventus menjadi tim yang fleksibel, bukan robot taktik yang kaku.

Evaluasi dari Laga Liga Champions: Progres yang Terlihat

Spalletti juga menyinggung laga Juventus di Bodø, yang menurutnya menunjukkan perkembangan positif meski dimainkan di kondisi ekstrem.

“Kami tetap berada di dalam pertandingan, meski di lapangan dengan kecepatan yang lebih elektrik dan tiga dimensi. Kami terus maju, dan itu membuat saya puas.”

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Spalletti melihat fondasi yang tepat, meski masih ada ruang besar untuk peningkatan.

Juventus Tak Mengejar Cantik, Tapi Kompetitif

Dari pernyataan Spalletti, satu pesan jelas: Juventus tidak dibangun untuk jadi tontonan semata, melainkan tim yang siap bersaing di level tertinggi, baik di Serie A maupun Liga Champions.

Keindahan versi Spalletti bukanlah permainan simetris dan steril, melainkan ketangguhan, kecerdasan membaca situasi, dan keberanian mengambil risiko.

Dalam sepak bola dengan tempo brutal seperti saat ini, “baju kusut” justru bisa menjadi simbol kesiapan tempur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*