Exor Dapat Tawaran dari Investor Arab Saudi untuk Akuisisi Juventus

Exor, pemilik mayoritas Juventus, dilaporkan mendapat tawaran menggiurkan dari investor Arab Saudi untuk mengakuisisi klub.

Meski nominalnya fantastis, respons dari kubu Agnelli kembali menunjukkan satu sikap yang konsisten: Juventus tidak dijual.

Saga Kepemilikan Juventus Kian Ramai

Dalam sekitar sepuluh hari terakhir, isu kepemilikan Juventus mendominasi pemberitaan.

Semua bermula dari tawaran resmi Tether, perusahaan kripto yang memegang saham minoritas klub, untuk membeli mayoritas saham Bianconeri dari Exor.

Namun langkah ambisius tersebut langsung ditolak. CEO Exor, John Elkann, menegaskan kembali komitmen keluarga Agnelli untuk mempertahankan kendali atas klub yang telah mereka miliki selama lebih dari satu abad.

Upaya Tether itu rupanya memicu efek domino.

Tawaran “Fantastis” dari Arab Saudi

Menurut laporan Tuttosport yang dikutip JuventusNews24, sebuah kelompok investor dari Arab Saudi kemudian ikut masuk ke dalam pusaran. Mereka disebut telah mengajukan tawaran senilai €2 miliar untuk membeli saham mayoritas Juventus milik Exor.

Sebagai catatan, Exor saat ini menguasai sekitar 65 persen saham Juventus, sehingga tawaran tersebut mencerminkan valuasi klub yang sangat tinggi di pasar global.

Namun, seperti halnya Tether, tawaran dari Arab Saudi juga ditolak.

Alasan Penolakan: Warisan 102 Tahun

Penolakan ini bukan semata persoalan angka. Laporan menyebutkan bahwa John Elkann dan keluarga Agnelli memandang Juventus sebagai warisan historis yang tak bisa dinilai hanya dengan uang.

Menjual klub akan menjadikan Elkann sebagai sosok yang mengakhiri era kepemilikan keluarga Agnelli selama 102 tahun, sebuah stigma yang jelas ingin dihindari.

Dengan kata lain, di tengah derasnya arus investasi global dan masuknya modal Timur Tengah ke sepak bola Eropa, Juventus memilih berpegang pada identitas dan sejarah.

Elkann Bertahan Meski Diterpa Kritik

Di kalangan suporter, John Elkann bukan figur yang sepenuhnya bebas dari kritik. Banyak fans menilai ia lebih memprioritaskan Ferrari dan aset Exor lainnya ketimbang Juventus.

Namun secara faktual, Exor telah beberapa kali melakukan peningkatan modal besar-besaran untuk menopang keuangan klub, terutama di periode sulit pasca-pandemi COVID-19, ketika stabilitas finansial menjadi isu krusial.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa meski tidak selalu populer, komitmen finansial Exor terhadap Juventus tetap nyata.

Juventus Tidak Dijual, Setidaknya untuk Sekarang

Dengan dua tawaran besar, dari Tether dan investor Arab Saudi yang sama-sama ditolak, pesan Exor semakin jelas: menjual Juventus bukan bagian dari agenda mereka saat ini.

Di era ketika banyak klub Eropa berpindah tangan ke investor global dengan dana masif, Juventus justru memilih jalan berbeda. Bukan karena kekurangan peminat, melainkan karena sejarah, identitas, dan tanggung jawab keluarga.

Apakah sikap ini akan bertahan selamanya? Itu pertanyaan lain.

Namun untuk saat ini, satu hal pasti: Juventus tetap milik keluarga Agnelli.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*