Yildiz Disebut Mirip Del Piero, Tapi Belum Bisa Dibandingkan dengan Platini

Nama Kenan Yildiz semakin sering menghiasi perbincangan seputar kebangkitan Juventus.

Performa impresif sang wonderkid turut mengantarkan Bianconeri meraih enam kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi, sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu pilar penting tim.

Namun, di tengah derasnya pujian, mantan pemain Juventus, Massimo Mauro mengajak publik untuk tetap berpijak pada realitas.

Menurutnya, Yildiz memang punya kemiripan dengan Alessandro Del Piero, tetapi perbandingan dengan Michel Platini masih terlalu jauh.

Perbandingan dengan Del Piero Dinilai Masuk Akal

Yildiz tampil konsisten dan berpengaruh, baik di era Igor Tudor maupun Luciano Spalletti. Fleksibilitas posisi, kecerdasan membaca ruang, serta keberaniannya mengambil peran ofensif membuat banyak pihak mulai mengaitkannya dengan Del Piero, ikon Juventus sepanjang masa.

Massimo Mauro pun tidak menampik kemiripan tersebut.

“Ia bisa dibandingkan dengan Del Piero dari sisi karakteristik. Alex juga bermain lebih sebagai penyerang,” ujar Mauro kepada La Gazzetta dello Sport.

Secara fisik dan kemampuan dasar, Mauro menilai Yildiz memiliki potensi untuk mengikuti jejak Del Piero. Namun, ia menegaskan bahwa jalan yang harus ditempuh masih panjang.

“Dalam hal fisik dan kemampuan, dia tentu dapat menirunya,”

Belum Bisa Dibandingkan dengan Platini

Ketika pembicaraan mengarah ke Michel Platini, Mauro langsung menarik garis tegas.

“Namun Yildiz belum bisa dibandingkan dengan Platini. Untuk sampai ke sana, jalannya masih sangat panjang,”

Pernyataan ini memiliki bobot tersendiri. Mauro adalah sosok yang pernah bermain satu tim dengan Platini di Juventus, dan turut meraih gelar Serie A serta Piala Interkontinental bersama sang legenda Prancis.

Perbandingan ini menjadi pengingat bahwa Platini berada di level yang sangat spesifik, bukan sekadar soal talenta, tetapi juga pengaruh, visi permainan, dan konsistensi di puncak performa.

Juventus Tak Ingin Kehilangan Yildiz

Dengan kontrak Yildiz yang masih berlaku hingga Juni 2029, Juventus sebenarnya berada di posisi aman. Namun, manajemen klub dikabarkan sudah mulai bekerja untuk memperpanjang masa baktinya.

Mauro percaya bahwa langkah tersebut adalah keputusan logis.

“Comolli punya pengalaman yang dibutuhkan untuk bertindak demi kepentingan Juventus. Entah menjualnya seharga €200 juta atau memperpanjang kontraknya. Jelas semua orang berharap Yildiz dipertahankan.”

Pernyataan itu menegaskan betapa tingginya nilai Yildiz di mata internal klub, bukan hanya sebagai aset finansial, tetapi juga sebagai fondasi masa depan.

Mauro Juga Soroti Lini Depan Juventus

Selain Yildiz, Mauro turut membahas situasi lini serang Juventus. Absennya Dusan Vlahovic akibat cedera sejak November memaksa Juventus mengandalkan opsi lain hingga setidaknya Maret.

Kini, Loïs Openda dan Jonathan David bersaing untuk mengisi posisi ujung tombak.

“Ketika Anda datang ke Juventus tanpa pemain di sebelah Anda yang bisa menyelesaikan masalah, semuanya menjadi lebih sulit,” kata Mauro.

Tentang David, Mauro menilai striker asal Kanada itu memiliki karakteristik yang bisa sangat berguna di kotak penalti sepanjang musim.

“Jika ia punya ruang, seperti saat melawan Roma, ia bisa sangat membantu. Saya pribadi melihatnya sebagai pemain yang sangat cerdas, terutama dalam menemukan ruang di momen yang tepat.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*