Juventus memasuki musim ini dengan ekspektasi tinggi, terutama di lini serang.
Meski gagal melepas Dusan Vlahovic pada bursa transfer musim panas lalu, manajemen Bianconeri tetap berhasil memperkuat lini serang dengan mendatangkan dua nama besar: Loïs Openda dan Jonathan David.
Di atas kertas, kombinasi ini membuat Juventus memiliki kedalaman dan kualitas serangan yang mengundang iri klub-klub rival di Serie A.
Namun seiring berjalannya musim, performa di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan potensi besar tersebut. Produktivitas gol masih naik-turun, sementara konsistensi permainan di sepertiga akhir kerap menjadi sorotan.
Ekspektasi Tinggi, Realita Belum Sepenuhnya Terjawab
Kedatangan Openda dan Jonathan David sempat memicu optimisme besar di kalangan tifosi.
Juventus dinilai memiliki variasi penyerang yang lengkap: kecepatan, mobilitas, insting gol, hingga kemampuan membuka ruang.
Sayangnya, dalam beberapa pekan terakhir Juventus justru tampil di bawah ekspektasi. Gol tidak mengalir deras seperti yang diharapkan, dan permainan ofensif terkadang terlihat kurang tajam.
Situasi ini membuat klub sadar bahwa kontribusi lebih besar dibutuhkan, tidak hanya dari lini depan, tetapi dari seluruh elemen tim.
Tanda-tanda Kebangkitan di Bawah Luciano Spalletti
Meski demikian, suasana di internal klub tetap optimistis. Luciano Spalletti dinilai mulai memberikan dampak positif sejak menangani Juventus.
Perlahan namun pasti, sang pelatih berhasil menghadirkan struktur permainan yang lebih jelas dan keseimbangan antara lini belakang, tengah, dan depan.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, Juventus terlihat lebih:
- Terorganisir
- Disiplin secara taktik
- Solid dalam bertahan dan membangun serangan
Pengaruh Spalletti membuat Juventus tetap kompetitif, bahkan ketika beberapa pemain belum tampil di level terbaiknya. Ketahanan mental dan organisasi tim mulai menjadi ciri khas baru Bianconeri musim ini.
Gigi Maifredi Pasang Badan untuk Lini Serang Juventus
Di tengah kritik yang terus mengalir, Gigi Maifredi, mantan pelatih Juventus, justru memberikan pembelaan tegas.
Dalam pernyataannya yang dikutip Tuttomercatoweb, Maifredi menilai bahwa Juventus sejatinya memiliki lini serang terkuat di Serie A.
“Juventus memiliki potensi manusia dan teknis yang luar biasa. Mereka punya lini serang terkuat di Serie A. Tanpa Vlahovic, jelas ada sesuatu yang hilang, tetapi pemain-pemain yang direkrut Juventus sangat penting. Kurangnya performa bergantung pada banyak faktor, tetapi hasil akan membawa peningkatan,” ujar Maifredi.
Ia juga menekankan bahwa kembalinya Gleison Bremer dari cedera turut mengangkat level tim secara keseluruhan, membuat Juventus kembali mendekati gambaran ideal yang selama ini terlihat di atas kertas.
“Pulihnya Bremer telah membuat tim ini penting, seperti yang terlihat di atas kertas.”
Pernyataan Maifredi mengisyaratkan bahwa kesabaran adalah elemen krusial. Juventus telah memiliki semua alat yang dibutuhkan untuk bersaing: kualitas individu, kedalaman skuad, dan pelatih berpengalaman.

Leave a Reply