Masa depan Dusan Vlahovic di Juventus kini berada di persimpangan jalan. Dengan spekulasi kepindahannya yang semakin menguat di akhir musim, muncul sebuah argumen krusial bagi manajemen Bianconeri: Apakah membiarkan Vlahovic pergi adalah langkah cerdas, atau justru awal dari krisis baru di lini depan?
Meskipun hubungan antara kedua pihak tampak mendingin akibat negosiasi kontrak yang mandek, konsekuensi jangka panjang dari kepergian striker Serbia ini bisa terbukti sangat merusak bagi ambisi klub.
Kebuntuan Kontrak dan Ancaman Kehilangan Gratis
Negosiasi perpanjangan kontrak Vlahovic telah terhenti selama beberapa bulan terakhir tanpa ada tanda-tanda kompromi.
Kondisi ini menempatkan Juventus dalam posisi sulit. Mulai Januari mendatang, Vlahovic secara legal bebas berbicara dengan klub asing.
Klub-klub kaya Eropa kemungkinan besar siap menyodorkan tawaran gaji yang melampaui batas struktur upah yang sedang coba diterapkan oleh manajemen Juventus.
Jika tidak segera ada titik temu, Juventus terancam kehilangan aset berharganya tersebut.
Risiko Kehilangan Striker yang Sudah Teruji
Menjual Vlahovic berarti memaksa Juventus kembali ke pasar transfer untuk mencari suksesor. Namun, tugas ini jauh lebih rumit dari yang dibayangkan:
1. Opsi yang Terbatas
Kabar bahwa Luciano Spalletti (pelatih saat ini) tidak sepenuhnya yakin dengan Jonathan David mempersempit ruang gerak Juventus. Mencari striker elit yang bisa langsung nyetel dengan skema tim bukanlah perkara mudah.
2. Hukum Pasar Striker Elit
Penyerang papan atas selalu menuntut biaya transfer dan gaji yang fantastis. Jika Juventus enggan menaikkan standar gaji untuk Vlahovic, mereka akan kesulitan menarik striker kaliber dunia lainnya yang pasti menuntut upah setara atau bahkan lebih tinggi.
3. Kendala Finansial
Juventus masih beroperasi di bawah batasan finansial yang ketat. Membayar biaya transfer besar untuk pengganti Vlahovic sambil tetap menjaga kesehatan neraca keuangan adalah sebuah aksi akrobatik yang berisiko.
Realitas Finansial vs Ambisi Strategis
Melepas Vlahovic berpotensi menjebak Juventus dalam dua skenario yang sama-sama tidak ideal:
- Skenario A: Menaikkan skala gaji secara drastis untuk mendatangkan pengganti berkualitas setara (yang secara finansial sama saja dengan mempertahankan Vlahovic).
- Skenario B: Membeli opsi yang lebih murah dan kurang teruji, yang berisiko melemahkan kualitas skuad secara keseluruhan.
Bagi klub dengan ambisi kembali ke puncak Eropa, kedua skenario ini sangat riskan.
Striker kelas dunia yang tersedia di pasar kemungkinan besar akan berada di luar jangkauan anggaran Juventus.
Jika klub tidak mampu memenuhi tuntutan gaji Vlahovic, sangat sulit membayangkan bagaimana mereka bisa membiayai pemain lain yang lebih baik darinya.

Leave a Reply