Nama Giacomo Raspadori kini menjadi pusat perhatian. Baru saja pindah ke Atlético Madrid pada musim panas lalu, ia kini dikabarkan sudah bersiap mengepak koper untuk kembali ke tanah air, Italia.
AS Roma muncul sebagai peminat utama yang ingin menampung talenta kelahiran tahun 2000 tersebut. Namun, ambisi Giallorossi terbentur tembok tebal bernama kebijakan finansial Los Colchoneros.
Atletico Madrid Tutup Pintu “Diskon”
Menurut laporan dari harian terkemuka Spanyol, Marca, manajemen Atletico Madrid tidak memiliki niat sedikit pun untuk merugi.
Atletico tetap bersikap kaku dalam negosiasi meski sang penyerang kesulitan mendapatkan menit bermain reguler di La Liga.
Poin utama yang membuat negosiasi mampet adalah formula transfer:
- Keinginan Roma: Pinjaman dengan opsi beli (option to buy).
- Posisi Atletico: Menolak mentah-mentah formula tersebut. Mereka hanya ingin transaksi yang menjamin uang masuk ke kas klub secara pasti.
Banderol 22 Juta Euro: Harga Mati untuk Raspadori
Atletico Madrid telah menetapkan angka 22 juta Euro sebagai harga pelepasan Raspadori. Angka ini merupakan nominal yang sama saat mereka memboyongnya dari Napoli musim panas lalu.
Klub Spanyol tersebut hanya akan melepas Raspadori dengan dua skema:
- Transfer Permanen langsung di bulan Januari.
- Pinjaman dengan Kewajiban Membeli (obligation to buy) tanpa syarat.
Kondisi ini tentu menyulitkan AS Roma. Pihak manajemen klub ibu kota awalnya berharap bisa melakukan “test drive” selama enam bulan sebelum memutuskan untuk mengeluarkan investasi sebesar itu.
Juventus Masih Tertarik?
Bagi Juventus, Raspadori bukanlah nama asing. Si Nyonya Tua sudah lama mengagumi fleksibilitasnya, dan kini peluang untuk memboyongnya kembali terbuka lebar.
Juventus, yang saat ini di bawah arahan Luciano Spalletti, sedang mencari penyerang lubang yang bisa menghubungkan lini tengah dan depan.
Karakteristik Raspadori dianggap sangat cocok dengan filosofi Spalletti, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengannya.
Namun, ambisi klub-klub Italia ini terbentur tembok tebal bernama kebijakan finansial Los Colchoneros.
Mengapa Petualangan Raspadori di Spanyol Meredup?
Cinta antara Raspadori dan publik Metropolitano tampaknya tak pernah benar-benar bersemi. Ada beberapa faktor yang membuat performanya tidak meledak di Spanyol:
- Adaptasi Intensitas: Gaya main La Liga yang berbeda dengan Serie A membuat Raspadori kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya.
- Minim Menit Bermain: Ketatnya persaingan di lini depan Atletico membuat eks penggawa Sassuolo ini lebih sering duduk di bangku cadangan.
Kembali ke Serie A dipandang sebagai langkah logis bagi Raspadori untuk menyelamatkan kariernya, terutama demi menjaga tempat di skuad Timnas Italia.
Namun, pertanyaannya adalah: Siapa yang berani membayar 22 juta Euro secara tunai di bulan Januari?

Leave a Reply