Juventus dan Dusan Vlahovic dikabarkan akan segera melanjutkan pembicaraan terkait kontrak baru.
Namun, situasi kali ini jauh dari ideal bagi Bianconeri. Striker asal Serbia tersebut berpotensi memasuki status bebas transfer pada musim panas, yang berarti ia dapat mulai bernegosiasi dengan klub lain ketika bursa transfer dibuka bulan depan.
Kondisi ini menempatkan Juventus dalam posisi yang tampak tertekan. Meski begitu, ada argumen kuat bahwa Juventus tidak seharusnya merasa terpaksa untuk mempertahankan Vlahovic dengan segala cara.
Negosiasi Kontrak di Tengah Tekanan
Risiko kehilangan Vlahovic tanpa kompensasi transfer jelas menjadi kekhawatiran besar. Terlebih lagi, adaptasi Jonathan David yang belum berjalan mulus membuat potensi kepergian Vlahovic terlihat semakin berbahaya bagi stabilitas lini serang Juventus.
Namun, tekanan tersebut justru berisiko mendorong Juventus mengambil keputusan emosional.
Menyetujui tuntutan kontrak tinggi hanya demi menghindari kehilangan pemain bisa menjadi kesalahan strategis, terutama bagi klub yang tengah berupaya membangun ulang fondasi keuangan dan olahraga.
Kebijakan Gaji Baru Juventus Tak Boleh Dilanggar
Dalam beberapa waktu terakhir, Juventus telah melakukan restrukturisasi kebijakan gaji.
Vlahovic menjadi salah satu pemain yang paling terdampak oleh perubahan ini, dan kini mengharapkan pengecualian khusus agar tuntutannya terpenuhi.
Di sinilah dilema muncul. Jika Juventus melonggarkan aturan untuk satu pemain, maka seluruh struktur kebijakan klub berisiko runtuh.
Disiplin finansial adalah kunci keberlanjutan proyek jangka panjang, dan mengorbankannya demi satu nama, betapapun besarnya bisa menciptakan preseden berbahaya.
Dampak di Lapangan Tak Lagi Tak Tergantikan
Secara teori, kehilangan Vlahovic tampak sulit ditutupi. Namun jika melihat performa nyata di lapangan, kontribusinya dalam beberapa musim terakhir belum sepenuhnya sepadan dengan status dan gajinya.
Ia memang masih menjadi penyerang utama, tetapi ketajamannya tidak konsisten seperti saat bersinar di Fiorentina. Fakta ini memperkuat pandangan bahwa Juventus bisa mencari alternatif striker dengan kontribusi setara, bahkan mungkin lebih stabil tanpa beban gaji yang sama tinggi.
Pasar transfer menawarkan banyak opsi penyerang dengan profil yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik dan keuangan Juventus saat ini.
Risiko Menyerah pada Tekanan
Menawarkan kontrak sesuai tuntutan Vlahovic dapat membawa konsekuensi jangka panjang. Jika performa sang striker tidak meningkat signifikan, Juventus berisiko terjebak dalam kontrak mahal yang membatasi fleksibilitas mereka di bursa transfer mendatang.
Bianconeri harus belajar dari pengalaman masa lalu, ketika keputusan finansial yang tergesa-gesa justru menghambat perkembangan tim.
Ambisi Harus Sejalan dengan Keberlanjutan
Juventus berada di persimpangan penting antara ambisi dan keberlanjutan. Menjaga keseimbangan keduanya menuntut ketegasan, bahkan jika itu berarti siap berpisah dengan pemain bintang.
Vlahovic tetap memiliki nilai dan kualitas, tetapi Juventus tidak boleh merasa tertekan. Jika negosiasi kontrak tidak sejalan dengan visi klub, melepaskannya bisa menjadi langkah rasional, bukan kelemahan.
Dalam sepak bola modern, kekuatan sejati klub besar terletak bukan hanya pada mempertahankan nama besar, melainkan pada keberanian mengambil keputusan strategis.

Leave a Reply