Moretto: Juventus Terdepan dalam Perburuan Davide Frattesi

Saga transfer Davide Frattesi mulai memasuki fase krusial. Menurut jurnalis Italia Matteo Moretto, Juventus saat ini berada di posisi terdepan dalam perburuan gelandang milik Inter Milan tersebut, mengungguli sejumlah pesaing termasuk Fenerbahce.

Bagi Inter, situasinya jelas: Frattesi bisa pergi, tetapi bukan dengan harga murah.

Frattesi di Inter: Potensi Besar, Peran Terbatas

Setelah tampil gemilang bersama Sassuolo, Frattesi didatangkan Inter pada musim panas 2023 dengan ekspektasi tinggi.

Namun, realitas berkata lain. Di Appiano Gentile, gelandang berusia 26 tahun itu kesulitan mengunci tempat utama.

Di era Simone Inzaghi, Frattesi lebih sering berperan sebagai super-sub efektif, tetapi jarang dipercaya sejak menit awal.

Situasinya kian menantang di bawah arahan Cristian Chivu, terutama setelah kedatangan Petar Sucic dan Andy Diouf, yang membuat persaingan lini tengah semakin padat.

Mimpi Piala Dunia dan Keinginan Pergi

Dengan tempat di Piala Dunia menjadi taruhan besar, Frattesi dikabarkan ingin hengkang pada bursa transfer Januari demi mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten. Juventus melihat peluang ini sebagai kesempatan emas.

Tak hanya itu, Frattesi juga punya hubungan kuat dengan Luciano Spalletti, pelatih yang pernah menjadikannya pilar penting di Timnas Italia. Spalletti disebut tertarik untuk bereuni dengan mantan anak asuhnya tersebut di Juventus.

Juventus Unggul dalam Persaingan

Dalam pernyataannya di kanal YouTube Italia milik Fabrizio Romano, Matteo Moretto menegaskan keunggulan Juventus dalam perburuan Frattesi.

“Terlepas dari opsi Turki, Juventus jelas memulai dari posisi yang lebih menguntungkan dalam perebutan gelandang Italia ini, sebuah detail yang bisa sangat menentukan arah akhir situasi,” ujar Moretto.

Keunggulan ini membuat Juve semakin percaya diri, meski minat dari luar Italia tetap ada.

Sikap Tegas Inter: Tak Ada Diskon

Meski membuka pintu kepergian Frattesi, Inter menegaskan satu hal: tidak akan menjual dengan harga miring. Menurut Moretto, Nerazzurri lebih menginginkan transfer permanen, idealnya ke klub Serie A.

Alternatif yang dipertimbangkan adalah skema pinjaman dengan kewajiban membeli di akhir musim, model yang familiar di Italia.

“Inter sadar bahwa kepergian Frattesi pada Januari semakin realistis, tetapi klub sama sekali tidak berniat melepasnya dengan harga murah,” tambah Moretto.

“Mereka mencari transfer permanen, lebih disukai di Italia, dengan peminjaman yang berubah menjadi kewajiban untuk membeli sebagai satu-satunya alternatif yang ada,”

Jika komunikasi dengan Juventus semakin intens, kedua klub berpotensi menyusun operasi ala ‘Conceição-style’: pinjaman berbayar besar yang diikuti kewajiban pembelian di akhir musim.

“Oleh karena itu, jika hubungan langsung dengan Juventus semakin kuat, kedua klub dapat menyusun operasi ‘gaya Conceição’: pinjaman berbayar dalam jumlah besar diikuti dengan pembelian wajib di akhir musim.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*