Edon Zhegrova mungkin tidak mencatatkan gol atau assist, tetapi kontribusinya dalam kemenangan 2-0 Juventus atas Pisa tetap terasa signifikan.
Masuk dari bangku cadangan, winger asal Kosovo itu langsung memberi warna berbeda pada permainan Bianconeri dan membantu tim mengamankan tiga poin penting di laga tandang.
Bagi Zhegrova, momen tersebut juga menjadi bukti bahwa proses pemulihannya berjalan ke arah yang benar, sekaligus menegaskan peran besar Luciano Spalletti dalam perkembangan permainannya di Juventus.
Dampak Instan dari Bangku Cadangan
Sejak awal musim, Zhegrova memang lebih sering memulai laga sebagai pemain pengganti.
Selain satu penampilan sebagai starter di Liga Champions melawan Pafos, sang winger belum benar-benar mendapat kepercayaan penuh untuk tampil sejak menit awal di Serie A.
Situasi ini tidak lepas dari cedera serius yang ia alami musim lalu, yang membuatnya harus bekerja ekstra keras untuk kembali ke kondisi terbaik.
Saat Juventus kehilangan Francisco Conceicao karena cedera, Zhegrova sempat digadang-gadang akan tampil sebagai starter.
Namun, Spalletti mengungkapkan bahwa sang pemain masih terganggu flu.
Meski demikian, kehadiran Zhegrova di babak kedua terbukti krusial. Juventus tampil lebih agresif, berani menekan, dan lebih cair dalam menyerang setelah ia masuk ke lapangan.
Zhegrova Puji Peran Spalletti
Usai pertandingan, Zhegrova secara terbuka memuji Luciano Spalletti, yang menurutnya tidak hanya membantunya secara teknis, tetapi juga memperkaya pemahaman taktik, terutama dalam fase bertahan.
“Hal terpenting adalah tim tetap bersatu,” ujar Zhegrova kepada DAZN, dikutip dari Tuttosport.
“Saya tentu ingin memberikan kualitas saya untuk tim. Spalletti membantu saya berkembang, termasuk dalam fase bertahan, sesuatu yang juga saya lakukan di klub-klub sebelumnya,”
Ia juga mengakui bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya optimal karena minimnya menit bermain.
“Saya tidak selalu bisa tampil 100 persen. Saya jarang bermain dan sempat menepi cukup lama,”
Julukan Baru dari Spalletti: “Zeppetta”
Selain pujian atas performanya, Spalletti juga memberi julukan unik kepada Zhegrova:
“Zeppetta”. Dalam bahasa Italia, istilah ini merujuk pada benda kecil namun penting, detail sederhana yang bisa membuat perbedaan besar.
Julukan tersebut disambut dengan senyum oleh sang pemain.
“Zeppetta, seperti kata Spalletti? Itu sesuatu yang sudah ada sejak saya lahir. Saya berterima kasih kepada pelatih atas julukan ini.” Ujar Zhegrova sambil tertawa.
Spalletti sendiri bahkan menyebut Zhegrova sebagai seorang “jenius” setelah pertandingan, sebuah pengakuan besar bagi pemain yang masih mencari ritme terbaiknya.

Leave a Reply