Hasil imbang 1-1 antara Juventus dan Lecce pada pekan ke-18 Serie A 2025-26 memicu perdebatan, terutama setelah penalti yang gagal dieksekusi Jonathan David di menit-menit krusial.
Namun pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memilih berdiri paling depan membela para pemainnya, menegaskan bahwa performa tim secara keseluruhan justru menunjukkan progres yang jelas.
Berbicara kepada DAZN usai pertandingan, Spalletti mengakui bahwa masalah utama Juventus terjadi di area kotak penalti lawan, bukan pada kualitas permainan secara umum.
Dominasi Tanpa Sentuhan Akhir yang Tepat
Menurut Spalletti, Juventus tampil dominan dan mampu menekan Lecce dalam dua babak. Namun, keunggulan itu gagal diterjemahkan menjadi gol tambahan.
“Kami harus memperbaiki pengambilan keputusan di dalam kotak penalti. Kami berkali-kali mengirim bola ke area berbahaya, baik di babak pertama maupun kedua, tapi tidak menemukan sentuhan akhir yang tepat,” ujar Spalletti.
Pelatih asal Italia itu menilai aspek inilah yang menjadi pembeda antara kemenangan dan hasil imbang.
“Di situlah kami harus berkembang,”
Spalletti Soroti Progres Permainan Juventus
Meski kehilangan dua poin, Spalletti menolak melihat laga ini sebagai kemunduran.
“Kami memainkan pertandingan yang bagus, bahkan sangat bagus. Tentu hasil selalu menentukan segalanya, tapi ada langkah maju yang jelas dalam performa kami,”
Pernyataan ini menegaskan keyakinan Spalletti bahwa Juventus berada di jalur yang benar, asalkan konsistensi performa bisa dipertahankan.
Bela Jonathan David: “Dia Penendang Penalti”
Sorotan terbesar tertuju pada penalti yang gagal. Namun Spalletti dengan tegas menolak menyalahkan Jonathan David.
“David adalah penendang penalti dan dia melakukannya dengan sangat baik. Dia memilih arah yang tepat, ke tengah, hanya saja tendangannya tidak cukup terangkat,” jelasnya.
Spalletti menegaskan bahwa keputusan eksekutor penalti diambil secara spontan, sesuai situasi dan emosi pertandingan.
Banyak Opsi Eksekutor, Keputusan Ada di Lapangan
Pelatih Juventus itu juga menekankan bahwa David bukan satu-satunya opsi.
“Locatelli adalah penendang penalti. Yildiz juga penendang penalti. Keputusan ini dibuat pada momen pertandingan, tidak bisa dilihat dari luar saja,”
Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi soal kesalahan teknis atau konflik internal.
Fokus ke Depan, Bukan Terjebak Kekecewaan
Spalletti menutup pernyataannya dengan pesan jelas: Juventus harus segera move on.
“Pertandingan ini sudah berlalu. Kami tidak menang, kami imbang. Tapi jika kami terus bermain seperti ini, kami akan memenangkan banyak pertandingan. Sekarang kami harus memastikan kemenangan di laga berikutnya.”
Dengan jadwal yang padat menanti, Juventus dituntut untuk mengubah performa positif menjadi poin maksimal.

Leave a Reply