Capello Tegaskan Prioritas Juventus pada Januari: Bianconeri Butuh Striker Murni

Mantan pelatih Juventus, AC Milan, dan Real Madrid, Fabio Capello menilai bahwa arah permainan Juventus sudah berada di jalur yang benar.

Namun, Capello juga menegaskan ada satu sektor krusial yang wajib segera dibenahi manajemen Juventus jika ingin bersaing di semua kompetisi hingga akhir musim.

Juventus Dinilai Kembali Kompetitif

Dalam wawancaranya bersama La Gazzetta dello Sport, Capello menyatakan keyakinannya bahwa Juventus masih memiliki peluang besar di berbagai ajang, termasuk Serie A dan Liga Champions.

“Menurut saya Juventus tetap berbahaya dan masih dalam persaingan di semua kompetisi,” ujar Capello.

Ia menyoroti performa positif Juventus sebelum pergantian tahun, di mana Bianconeri mencatat lima kemenangan beruntun di semua kompetisi dan berhasil kembali naik ke posisi empat besar klasemen Serie A.

Capello juga menilai hasil imbang kontra Lecce lebih disebabkan oleh kesalahan kecil, bukan karena permainan buruk.

“Saya melihat Juventus bermain dengan determinasi, kecepatan, dan kualitas. Mereka dihukum karena satu kesalahan, tapi secara keseluruhan arahnya sudah benar,” tambahnya.

Striker Jadi Masalah Utama Juventus

Meski memuji progres tim, Capello menegaskan bahwa Juventus membutuhkan striker murni sebagai prioritas utama di bursa transfer Januari.

Absennya Dusan Vlahovic akibat cedera panjang membuat lini depan Juventus kehilangan sosok target man yang kuat secara fisik.

“Dengan Juventus juga harus berlaga di Liga Champions, mereka membutuhkan bobot lebih di lini depan. Saat ini mereka kekurangan penyerang tengah yang kuat secara fisik,” tegas Capello.

Menurutnya, secara taktik para pemain sudah memahami gaya permainan Spalletti, namun ketiadaan striker klasik membuat efektivitas serangan belum maksimal.

Openda dan Jonathan David Dinilai Belum Ideal

Saat ini, Lois Openda dan Jonathan David menjadi opsi utama di lini depan. Namun, keduanya dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan.

Openda dikenal sebagai penyerang cepat dan fleksibel, tetapi bukan tipe nomor 9 klasik.

Sementara itu, Spalletti disebut lebih memandang Jonathan David sebagai second striker, bukan penyerang tengah murni yang bisa menjadi tumpuan di kotak penalti.

Kondisi ini membuat Juventus kesulitan ketika harus menghadapi lawan yang bermain rapat dan mengandalkan duel fisik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*