Masa depan Davide Frattesi di Inter Milan tengah menjadi sorotan tajam. Kali ini, isu tersebut dipanaskan oleh pernyataan tegas Antonio Cassano yang secara terbuka menyebut Juventus sebagai satu-satunya destinasi ideal bagi gelandang timnas Italia tersebut jika ia memutuskan hengkang dari Nerazzurri pada Januari ini.
Komentar Cassano bukan sekadar opini biasa. Mantan striker Italia itu menilai bahwa Frattesi telah melewati titik balik dalam kariernya di Inter Milan, dan perubahan lingkungan menjadi kebutuhan mendesak demi menyelamatkan potensi sang pemain.
Cassano: “Kesalahan Terjadi Sejak Juni”
Dalam siaran langsung di kanal Viva El Futbol, Cassano menilai bahwa kesalahan terbesar Frattesi adalah bertahan di Inter sejak musim panas lalu.
Menurutnya, sang gelandang tak pernah benar-benar menjadi bagian inti dari proyek teknis Simone Inzaghi.
“Frattesi seharusnya pergi sejak Juni. Di era Inzaghi dia tidak pernah benar-benar dipertimbangkan,” ujar Cassano.
Minimnya peran reguler membuat Frattesi kesulitan menjaga kontinuitas performa, meski kerap menunjukkan kontribusi saat diberi kesempatan terbatas.
Situasi ini diperparah dengan kedatangan dan kebangkitan gelandang lain yang lebih sesuai dengan sistem permainan Inter.
Juventus Disebut Destinasi Paling Masuk Akal
Cassano secara spesifik menyebut Juventus sebagai satu-satunya klub yang cocok untuk Frattesi saat ini.
Bukan tanpa alasan, ia melihat kecocokan taktis antara karakter Frattesi dan filosofi Luciano Spalletti, pelatih yang kini menukangi Bianconeri.
Menurut Cassano, Frattesi bisa memainkan peran klasik box-to-box pekerja keras, mirip dengan peran Perrotta saat menjadi andalan Spalletti di AS Roma.
“Satu-satunya tim yang cocok untuk Frattesi saat ini adalah Juventus, untuk menjalankan peran seperti yang dulu dilakukan Perrotta bersama Spalletti,” tegasnya.
Peran tersebut menuntut intensitas, daya jelajah tinggi, serta kemampuan menyerang dari lini kedua, atribut yang selama ini menjadi kekuatan utama Frattesi.
Roma Dikesampingkan, Juventus Diunggulkan
Menariknya, Cassano secara eksplisit menutup kemungkinan Frattesi kembali ke AS Roma. Meski Frattesi merupakan produk akademi Giallorossi, Cassano menilai lingkungan dan kebutuhan taktis Roma saat ini tidak ideal untuk sang gelandang.
“Saya tidak melihatnya cocok di Roma,”
Sebaliknya, Juventus dinilai menawarkan:
- Proyek teknis yang jelas
- Pelatih yang memahami profil Frattesi
- Kebutuhan nyata akan gelandang dinamis
- Kesempatan menjadi pemain penting, bukan sekadar rotasi
Dalam konteks ini, kepindahan ke Turin justru bisa menjadi langkah strategis, bukan sekadar transfer biasa.
Momen Penentuan Karier Frattesi
Dengan usia yang masih matang untuk berkembang dan status sebagai pemain timnas Italia, Frattesi berada di fase krusial kariernya.
Bertahan di Inter dengan menit bermain terbatas berisiko menghambat progresnya, baik di level klub maupun internasional.
Cassano pun menutup analisanya dengan pesan jelas:
“Jika dia punya kesempatan untuk pergi, dia harus pergi. Saya menghormati orangnya, meskipun saya tidak terlalu mengagungkan kualitasnya sebagai pemain.” Pungkasnya.
Kalimat sederhana, namun sarat makna. Bagi Frattesi, Juventus bisa menjadi panggung pembuktian, tempat untuk kembali menjadi gelandang dominan, bukan sekadar pelapis.

Leave a Reply