David: “Kritik Menyakitkan, Tapi Perayaan Juventus Lebih Berarti”

Jonathan David akhirnya angkat bicara usai melewati pekan yang berat bersama Juventus.

Penyerang asal Kanada itu mengungkapkan apa yang paling menyakitkannya setelah gagal mengeksekusi penalti melawan Lecce, sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan luar biasa dari seluruh skuad Juventus saat ia mencetak gol ke gawang Sassuolo.

Kemenangan 3-0 atas Sassuolo menjadi momen kebangkitan bagi Bianconeri, dan khususnya bagi David, setelah hasil imbang mengecewakan di akhir pekan lalu.

Gol di Waktu yang Tepat

Juventus membutuhkan reaksi cepat usai ditahan Lecce 1-1, laga yang diwarnai kegagalan penalti Jonathan David lewat percobaan Panenka yang terlalu lemah dan mudah ditepis kiper lawan.

Kritik pun datang bertubi-tubi, baik dari fans maupun media.

Namun di laga kontra Sassuolo, David membalas semuanya dengan cara terbaik: gol penentu yang mengakhiri puasa 16 laga tanpa gol di Serie A.

“Menurut saya itu gol yang bagus, datang di waktu yang tepat untuk saya dan tim,” ujar David kepada DAZN Italia.

“Yang terpenting adalah kami kembali ke jalur kemenangan,”

Perayaan Emosional yang Bermakna

Momen paling berkesan terjadi setelah David mencetak gol. Seluruh pemain Juventus, termasuk mereka yang berada di bangku cadangan dan pelatih Luciano Spalletti berlari menghampiri sang penyerang untuk merayakan bersama.

“Ya, saya melihat pelatih ada di sana. Itu sentuhan yang sangat berarti,” kata David sambil tersenyum.

“Semua orang di sini sangat mendukung saya dan tim. Bisa merayakan bersama seperti itu adalah pertanda yang bagus. Saya sangat menghargainya,”

Perayaan tersebut menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan skuad Juventus, sekaligus jawaban tegas atas rumor ketidakharmonisan di ruang ganti.

Yang Paling Menyakitkan: “Rasanya Seperti Kalah”

David juga jujur mengungkap perasaannya setelah kegagalan penalti melawan Lecce, bukan soal kritik, melainkan hasil akhir pertandingan.

“Yang paling menyakitkan setelah penalti itu adalah rasanya seperti kalah, padahal kami imbang. Itu yang paling menyakitkan, karena menang adalah hal terpenting,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa padatnya jadwal membuatnya harus segera bangkit dan fokus ke laga berikutnya.

“Pertandingan datang begitu cepat. Saya harus melupakan yang lalu dan fokus ke laga selanjutnya,”

Terkait penalti Panenka yang gagal, David menjelaskan bahwa niatnya adalah mengecoh kiper, namun eksekusinya tidak sempurna.

“Saya mencoba mengubah cara menendang penalti agar kiper ragu. Tapi saya tidak menendangnya seperti yang saya inginkan, itu sebabnya bola tidak masuk.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*