Pelatih Juventus, Luciano Spalletti mengingatkan bahwa Juventus belum tampil maksimal, meski menang meyakinkan 3-0 atas Sassuolo pada pekan ke-19 Serie A 2025-26, Rabu (7/1/2026) dini hari WIB.
Sang pelatih juga menegaskan bahwa kebangkitan Jonathan David bukanlah kebetulan.
Menurutnya, sang striker merasakan perlindungan penuh dari rekan setimnya setelah dihujani kritik akibat kegagalan penalti.
Kemenangan tersebut menjadi respons ideal Bianconeri setelah hasil imbang 1-1 kontra Lecce, laga yang diwarnai kegagalan penalti Panenka David dan rentetan kritik tajam dari publik.
Spalletti Berdiri Teguh di Belakang Jonathan David
Sejak awal, Spalletti menjadi sosok terdepan dalam membela Jonathan David dari serangan kritik.
Kepercayaannya terbayar lunas. Striker asal Kanada itu kembali menjadi starter dan akhirnya mengakhiri puasa gol 16 laga Serie A, sekaligus mencatat satu gol dan satu assist untuk Fabio Miretti.
Gol pembuka Juventus sebelumnya lahir dari keberuntungan, ketika umpan silang Pierre Kalulu dibelokkan Tarik Muharemovic ke gawangnya sendiri. Namun selebihnya, Juventus tampil dominan.
Momen paling mencolok terjadi saat David mencetak gol ketiga Juventus di menit 63. Seluruh pemain, termasuk Spalletti dan staf pelatih, berlari ke arahnya untuk merayakan bersama, membantah rumor bahwa sang striker belum menyatu dengan ruang ganti.
“Semua orang sudah mengambil sikap tegas. Ketika kamu berada di dalam situasi seperti ini, dan menerima begitu banyak hinaan serta komentar, saya akan terkejut jika tim tidak bertindak sebagai perisai untuk melindunginya,” ujar Spalletti kepada DAZN Italia.
“Dia merasakan itu dalam beberapa hari terakhir dan tampil luar biasa malam ini. Fakta bahwa dia mencetak gol hanya menegaskan betapa banyak teman yang dia miliki di ruang ganti,”
Hampir Diganti, Lalu Jadi Penentu
Menariknya, reporter DAZN di pinggir lapangan mencatat bahwa Spalletti sempat berdiskusi untuk mengganti David, hanya beberapa menit sebelum sang striker memberikan dampak besar lewat assist dan gol dalam rentang 90 detik.
Keputusan untuk tetap mempercayainya terbukti krusial.
Dominasi Taktis Juventus
Spalletti juga memuji pendekatan taktis timnya, terutama dalam menekan Sassuolo sejak fase build-up.
“Kami bekerja dengan sangat baik ketika Sassuolo mencoba membangun serangan dari belakang. Kami mencegah mereka mendapatkan keunggulan jumlah di lini tengah,” jelasnya.
Ia mengakui pendekatan tersebut memiliki risiko, tetapi kualitas lini belakang Juventus memungkinkan strategi itu berjalan efektif. Dominasi penguasaan bola juga membuat Sassuolo kelelahan saat mencoba menyerang.
Selain itu, pergerakan David yang kerap turun lebih dalam menciptakan ruang bagi Fabio Miretti untuk menusuk ke kotak penalti.
“Terkadang kami bermain tanpa penyerang murni, karena David turun lebih dalam dan membuka ruang bagi Miretti. Mereka melakukannya dengan sangat baik,”
Klasemen Ketat, Spalletti Masih Belum Puas
Meski menang telak, Juventus masih berada di posisi keempat bersama AS Roma. Ancaman tetap datang dari Como, yang hanya terpaut tiga poin dan masih memiliki satu laga tunda. Persaingan menuju zona Liga Champions pun semakin ketat.
Spalletti menegaskan bahwa performa tim belum sepenuhnya memuaskan.
“Dua penampilan terakhir sangat bagus, tetapi kami masih harus memahami beberapa hal dengan cepat,” tegasnya.
“Ada saat-saat di mana sikap kami hanya berada di level minimum,”
Ia menilai Juventus baru mengeluarkan 80 persen dari potensi sebenarnya, terutama dalam duel dan situasi bola mati.
“Kami cenderung hanya menunjukkan 80 persen dari kemampuan kami dan tidak lebih,”
“Kami tidak cukup bertekad saat menghadapi duel-duel, bahkan ada tiga atau empat tendangan sudut yang sama sekali tidak berhasil kami kirimkan ke dalam kotak penalti. Ketika bermain tandang, Anda tidak boleh terlalu menyia-nyiakan peluang seperti itu, karena kami punya pemain-pemain yang sangat kuat dalam duel udara tetapi tidak mendapatkan suplai yang memadai dari situasi bola mati,”
Penutup dengan Humor Khas Spalletti
Sebagai penutup, Spalletti kembali melontarkan humor khasnya. Bulan lalu, ia sempat bercanda bahwa David tidak diundang makan malam tim karena ingin keju Parmigiano di pasta kerang.
Kini, suasana berubah.
“Ah, sekarang kami selalu menyediakannya. Kami menikmati kreativitas kulinernya yang intuitif dalam menciptakan hidangan-hidangan baru.” Tukas Spalletti sambil tertawa.

Leave a Reply