Massimiliano Allegri menegaskan bahwa Juventus belum keluar dari perburuan Scudetto musim ini.
Meski persaingan di papan atas Serie A semakin ketat, pelatih AC Milan itu menilai Bianconeri masih memiliki kualitas dan sumber daya untuk bersaing memperebutkan gelar, terlebih setelah kedatangan Luciano Spalletti di kursi pelatih.
Juventus memutuskan menunjuk Spalletti usai memecat Igor Tudor, sebuah langkah yang perlahan membawa stabilitas baru di ruang ganti. Perubahan tersebut berdampak positif pada kepercayaan diri dan organisasi permainan tim, meski hasil yang diraih belum sepenuhnya konsisten.
Efek Spalletti Bangkitkan Optimisme Juventus
Sejak ditangani Spalletti, performa Juventus terlihat lebih seimbang dan matang.
Struktur permainan semakin jelas, transisi antar lini membaik, dan para pemain menunjukkan keyakinan yang lebih besar di lapangan.
Hal ini membuat Juventus tetap berada dalam jarak aman dari para pesaing teratas, membuka peluang untuk ikut dalam persaingan Scudetto hingga akhir musim.
Secara resmi, target Juventus saat ini memang masih sebatas mengamankan posisi empat besar.
Namun, banyak pengamat menilai kedalaman skuad dan pengalaman para pemain Juventus cukup memadai untuk mengejar target yang lebih ambisius.
Allegri: Juventus Tak Boleh Diremehkan
Napoli dan Inter Milan memang menjadi dua kandidat terkuat peraih Scudetto musim ini.
Meski begitu, Allegri menolak mengesampingkan Juventus dari persaingan. Menurutnya, dampak Spalletti sudah terasa, dan Juventus berpotensi mengumpulkan poin signifikan jika mampu menjaga konsistensi.
“Ini soal angka. Peluang Scudetto ada di kisaran 86 hingga 88 poin. Juventus bisa meraih sekitar 50 poin karena mereka adalah tim yang kuat. Kedatangan Spalletti jelas meningkatkan performa mereka,” ujar Allegri seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.
Fokus dan Realisme Jadi Kunci
Meski mengakui potensi Juventus, Allegri juga menekankan pentingnya sikap realistis. Ia menilai persaingan menuju empat besar maupun gelar juara akan berlangsung sangat sulit hingga akhir musim.
“Hasil pertandingan kemarin menunjukkan betapa rumitnya persaingan. Kami harus tetap membumi, seimbang, dan menghadapi setiap laga dengan keseriusan tinggi, seperti dua pertandingan terakhir. Setiap laga selalu dimulai dari 0-0, tidak ada keuntungan hanya karena nama besar,” tambahnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan betapa tipisnya margin di papan atas Serie A musim ini.
Konsistensi, fokus, dan mental juara akan menjadi faktor penentu, apakah Juventus mampu mengubah keyakinan menjadi Scudetto yang nyata atau sekadar finis di zona elit klasemen.

Leave a Reply