Juventus Hancurkan Cremonese 5-0: “Manita” Spektakuler, Sinyal Bianconeri untuk Persaingan Scudetto

Juventus baru saja mengirimkan pesan peringatan keras kepada para pesaingnya di papan atas Serie A.

Lewat performa dominan yang berujung kemenangan telak 5-0 atas Cremonese pada pekan ke-20 Serie A 2025-26, tim asuhan pelatih kini naik ke posisi Tiga klasemen, menyamai poin Roma dan Napoli, sekaligus menegaskan ambisi nyata untuk merengkuh gelar Scudetto musim ini.

Kemenangan yang sering disebut sebagai “Manita” (lima gol) ini menjadi momen bersejarah bagi Bianconeri.

Ini adalah kali pertama Juventus mampu mencetak lima gol dalam satu laga Serie A sejak terakhir kali melakukannya pada Februari 2018 saat melumat Sassuolo 7-0.

Awal Laga yang “Aneh” Namun Efektif

Juventus turun tanpa sejumlah pilar utama seperti Francisco Conceicao, Dusan Vlahovic, hingga Federico Gatti yang masih dibekap cedera.

Namun, kembalinya Lloyd Kelly di lini pertahanan dan transformasi Fabio Miretti sebagai trequartista terbukti menjadi kunci.

Laga baru berjalan 12 menit ketika Bremer membuka keunggulan melalui situasi yang cukup unik.

Sebuah bola muntah dari tendangan bebas disambut tendangan voli keras Miretti. Bola yang tampaknya melenceng justru mengenai kepala Bremer dan berbelok arah, mengecoh kiper Cremonese, Emil Audero.

Hanya berselang tiga menit, Jonathan David menggandakan keunggulan. Berawal dari serangan balik cepat yang diinisiasi oleh Khephren Thuram, David dengan tenang menerima umpan dan melepaskan tembakan mendatar yang merobek jala lawan.

Ini adalah pembuktian kualitas David setelah sebelumnya sempat gagal mengeksekusi penalti saat melawan Lecce.

Drama VAR dan Mentalitas Kenan Yildiz

Cremonese, yang dipimpin oleh Jamie Vardy yang baru saja merayakan ulang tahun ke-39, sempat mencoba membalas. Namun, nasib buruk menimpa mereka saat pelatih Davide Nicola diusir wasit karena protes keras.

Protes tersebut dipicu oleh keputusan VAR yang membatalkan penalti untuk Cremonese, namun justru memberikan penalti bagi Juventus akibat handball kontroversial Federico Baschirotto. Kenan Yildiz maju sebagai eksekutor.

Meski tendangan pertamanya membentur tiang, bola pantul yang mengenai tangan Audero berhasil ia sambar kembali untuk mengubah skor menjadi 3-0 sebelum turun minum.

McKennie dan Miretti: Nyawa Permainan Juve

Memasuki babak kedua, dominasi Juventus tidak mengendur. Fabio Miretti kembali menunjukkan visi bermainnya dengan memberikan umpan terobosan jenius kepada Weston McKennie.

Pemain asal Amerika Serikat itu melewati Audero dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang akhirnya dihitung sebagai gol bunuh diri Filippo Terracciano.

McKennie akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-64.

Memanfaatkan umpan silang Pierre Kalulu, McKennie menyundul bola ke pojok bawah gawang dari jarak 12 yard. Skor 5-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pencetak Gol: Bremer 12 (J), David 15 (J), Yildiz 35 (J), Terracciano og 48 (J), McKennie 64 (J)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*