Cetak Gol Lawan Cremonese, McKennie: “Kemenangan Juventus Lebih Penting”

Juventus kembali mengirim pesan kuat kepada para rivalnya di Serie A. Setelah sempat diragukan usai hasil imbang 1-1 melawan Lecce, Bianconeri bangkit dengan dua kemenangan meyakinkan: menang 3-0 atas Sassuolo dan terbaru menggulung Cremonese 5-0.

Di balik pesta gol tersebut, Weston McKennie justru menyoroti hal yang paling fundamental: kemenangan tim lebih penting daripada statistik individu.

Juventus Bangkit dan Tampil Dominan

Juventus tampil agresif sejak awal laga melawan Cremonese. Gol pembuka tercipta dengan cara unik ketika tembakan Fabio Miretti mengenai wajah Gleison Bremer dan berbelok masuk ke gawang.

Jonathan David kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat serangan balik cepat, melanjutkan tren positifnya.

Drama juga hadir dari titik putih. Kenan Yildiz gagal mengeksekusi penalti setelah Emil Audero menepis bola ke tiang, namun sang wonderkid sigap menyambar bola muntah untuk memastikan gol.

Weston McKennie awalnya “kehilangan” satu gol yang dicatat sebagai bunuh diri Filippo Terracciano, sebelum akhirnya memastikan skor 5-0 lewat sundulan dari umpan Pierre Kalulu.

Weston McKennie: Gol Itu Bonus, Kemenangan yang Utama

Bagi Weston McKennie, kemenangan telak memang menyenangkan, tetapi bukan hal utama.

“Dalam pertandingan seperti ini, yang paling penting adalah meraih tiga poin, apalagi tim-tim di atas kami kehilangan poin,” ujar McKennie kepada Sky Sport Italia.

Gelandang asal Amerika Serikat itu kembali menunjukkan fleksibilitasnya dengan bermain di berbagai posisi, termasuk sebagai bagian dari trio pendukung striker.

“Saya selalu siap dimainkan di posisi mana pun. Bagi saya, bukan soal mencetak gol, tapi membantu tim menang. Tentu mencetak gol itu menyenangkan, tapi kemenangan adalah segalanya.”

Pernyataan ini mencerminkan mentalitas kolektif yang mulai menguat di ruang ganti Juventus.

Kontroversi VAR Tak Ganggu Fokus Juventus

Laga ini juga diwarnai kontroversi wasit. Cremonese sempat mendapatkan penalti akibat tekel Manuel Locatelli, namun keputusan itu dibatalkan VAR. Sebaliknya, Juventus justru dirugikan oleh keputusan handball yang dinilai sangat keras terhadap Federico Baschirotto.

Meski demikian, Juventus tetap menjaga fokus dan tidak terpengaruh oleh dinamika di lapangan, sebuah tanda kedewasaan tim yang semakin terbentuk.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*