Juventus Keok Lawan Cagliari, Spalletti: “Pemain Keluar dari Peran”

Juventus menelan kekalahan mengejutkan 0-1 dari Cagliari pada pekan ke-21 Serie A 2025-26 di Sardinia, Minggu (18/1/2026) dini hari WIB.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Luciano Spalletti, yang sebelumnya tampil impresif dengan enam kemenangan dari tujuh laga terakhir.

Gol tunggal Luca Mazzitelli melalui skema bola mati cukup untuk menjatuhkan Bianconeri, meski secara statistik Juventus mendominasi hampir seluruh aspek permainan.

Spalletti pun tak ragu mengakui keunggulan lawan, sembari mengkritik anak asuhnya yang dinilai keluar dari peran masing-masing saat mencoba mengejar ketertinggalan.

Dominasi Tanpa Efektivitas, Juventus Dihukum Bola Mati

Juventus menguasai penguasaan bola dan menciptakan peluang demi peluang.

Data expected goals (xG) menunjukkan ketimpangan mencolok: Cagliari hanya 0,16 xG, sementara Juventus mencapai 1,28 xG. Namun, sepak bola tak selalu berpihak pada statistik.

Cagliari tampil disiplin, rapat dalam bertahan, dan cerdas memanfaatkan momen.

Kesalahan Juventus dalam memberi free kick yang tidak perlu berujung fatal, ketika Gianluca Gaetano mengirim umpan matang yang diselesaikan Mazzitelli dengan voli akurat.

Spalletti: Pemain Harus Tetap di Perannya

Usai laga, Spalletti memberikan evaluasi jujur kepada media.

“Cagliari pantas menang, karena mereka bertarung untuk setiap bola, bertahan rapat, dan mencoba melakukan serangan balik. Kami tidak cukup menentukan dalam mempersiapkan situasi-situasi penting. Ada pertandingan yang memang berjalan seperti ini, dan kami harus melanjutkan,” ujar Spalletti kepada Sky Sport Italia.

Spalletti juga menyoroti kekacauan posisi yang terjadi saat Juventus bermain semakin terburu-buru.

“Para pemain pengganti ikut terbawa ritme permainan yang kacau. Zhegrova dan Conceicao terlalu sering turun ke tengah, menjauh dari area berbahaya. Kalulu dan Kelly malah terlalu naik, padahal mereka adalah bek. Pemain harus tetap menjalankan perannya,”

Menurut Spalletti, secara umum Juventus sudah memainkan permainan mereka, bahkan sukses mematikan hampir semua potensi serangan balik lawan.

Namun, satu detail kecil cukup mengubah segalanya.

Detail Kecil yang Menentukan Hasil

Spalletti menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap aspek permainan.

“Dalam profesi ini, kami wajib mengkritik diri sendiri sampai ke detail terkecil, karena hal-hal seperti itu bisa menentukan hasil pertandingan,”

Juventus sebenarnya sempat mendapat hadiah penalti di babak pertama, namun keputusan tersebut dianulir VAR karena Mazzitelli lebih dulu menguasai posisi saat duel dengan Fabio Miretti.

Peluang terbaik datang dari Kenan Yildiz, tetapi tembakannya hanya membentur tiang setelah mengenai sedikit sentuhan Yerry Mina.

“Yildiz kurang beruntung. Ada momen di mana bola memantul dengan arah yang tidak terduga. Hal-hal kecil seperti itu sering menentukan,” tambah Spalletti.

Peluang Scudetto Menjauh, Ujian Berat Menanti

Kekalahan ini menjadi momen krusial yang terbuang bagi Juventus dalam perburuan Scudetto.

Alih-alih mendekat ke papan atas, mereka kini tertinggal 10 poin dari Inter Milan, dan berisiko makin tertekan jika pesaing lain meraih hasil positif.

Belum sempat meratapi kekalahan, Juventus sudah ditunggu tantangan besar berikutnya: laga Liga Champions melawan Benfica, sebelum duel panas Serie A kontra Napoli, sang juara bertahan Italia.

Bagi Spalletti dan Juventus, kekalahan di Sardinia menjadi pengingat keras bahwa dalam kompetisi seketat Serie A, sedikit kelengahan sudah cukup untuk dimanfaatkan lawan yang “mencium peluang” dan berani mengambilnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*