Masa depan Joao Mario di Juventus tengah berada dalam sorotan. Meski berstatus pemain yang tak lagi masuk rencana utama, bek kanan asal Portugal itu tidak terburu-buru angkat kaki dari Turin dan justru ingin bertahan di bawah arahan pelatih Luciano Spalletti.
Situasi ini menjadi dilema bagi manajemen Bianconeri, yang sejatinya terbuka untuk melepas sang pemain demi membuka ruang manuver di bursa transfer Januari ini.
Minim Menit Bermain, Joao Mario Tetap Bertahan
Didatangkan dari Porto pada musim panas lalu melalui skema pertukaran tidak langsung,
Joao Mario sempat diharapkan menjadi solusi di sektor sayap kanan. Namun, realitanya jauh dari ekspektasi.
Pemain berusia 26 tahun itu baru mencatat 13 penampilan di semua kompetisi dengan total 373 menit bermain. Bahkan, starter terakhirnya terjadi pada September lalu, saat Igor Tudor masih menukangi Juventus.
Sebaliknya, Alberto Costa, pemain yang terlibat dalam kesepakatan dengan Porto justru langsung menjelma sebagai starter reguler bersama Dragao.
Kontras inilah yang membuat posisi Joao Mario kian terpinggirkan di Allianz Stadium.
Juventus Siap Melepas, Tapi…
Juventus sebenarnya tak keberatan melepas Joao Mario pada Januari ini. Klub bersedia mempertimbangkan:
- Transfer permanen demi mengembalikan dana sekitar €12 juta, atau
- Peminjaman sementara jika tak ada tawaran yang sesuai.
Penjualan Joao Mario akan sangat membantu Juventus dalam upaya mempercepat negosiasi dengan Celta Vigo untuk mendatangkan Oscar Mingueza.
Bek kanan asal Spanyol itu kabarnya sudah mencapai kesepakatan personal dan akan bergabung secara gratis pada akhir musim.
Namun, Juventus berharap bisa membawanya lebih cepat, yakni pada Januari.
Pemain Menolak Pergi, Peminat Minim
Masalahnya, Joao Mario ingin bertahan di Turin. Laporan Tuttosport menyebut sang pemain merasa masih punya peluang membuktikan diri dan tak ingin hengkang di tengah musim.
Di sisi lain, Juventus juga kesulitan mencarikan klub baru. Beberapa pertanyaan datang dari klub-klub Spanyol dan Portugal, tetapi tidak berkembang menjadi negosiasi konkret. Harapan untuk melepasnya ke Turki pun kandas karena minimnya minat dari klub-klub Super Lig.
Situasi Serba Sulit bagi Bianconeri
Dengan keinginan pemain untuk bertahan dan minimnya peminat, Juventus berada dalam posisi sulit.
Memaksakan penjualan bisa menimbulkan ketegangan internal, sementara mempertahankannya berarti membatasi ruang gerak klub di bursa transfer.
Kini, keputusan akhir berada di tangan manajemen dan staf pelatih: memberi Joao Mario kesempatan kedua atau tetap berusaha mencari jalan keluar sebelum jendela transfer ditutup.

Leave a Reply