Legenda Juara Dunia Italia Sebut Juventus Butuh Striker Baru, Openda dan David “Tak Ideal”

Tekanan terhadap Juventus di bursa transfer Januari ini kian menguat. Legenda sepak bola Italia sekaligus juara Piala Dunia 1982, Francesco Graziani, secara terbuka mendesak Bianconeri untuk segera mendatangkan striker baru.

Menurutnya, opsi yang kerap dikaitkan dengan Juventus seperti Lois Openda dan Jonathan David tidak sepenuhnya cocok dengan kebutuhan tim saat ini.

Pernyataan Graziani ini mencerminkan keresahan banyak pihak terhadap ketajaman lini depan Juventus yang dinilai masih belum cukup untuk bersaing di papan atas Serie A maupun Liga Champions.

Statistik Openda dan Jonathan David Jadi Sorotan

Nama Jonathan David dan Lois Openda memang santer dikaitkan dengan Juventus dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, catatan statistik keduanya musim ini belum meyakinkan.

Jonathan David memang menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan mencetak dua gol dan satu assist dalam tiga penampilan terakhirnya di Serie A.

Meski begitu, secara keseluruhan, striker asal Kanada itu baru mencetak lima gol dari 27 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Sementara itu, Lois Openda justru mengalami penurunan performa. Penyerang cepat tersebut hanya mampu mengoleksi dua gol dari 23 laga, angka yang jauh dari ekspektasi untuk penyerang yang diharapkan menjadi solusi instan.

Graziani Tegas: Juventus Harus Cari Penyerang Murni

Dalam wawancara bersama Rai Sport yang dikutip TuttoJuve, Graziani menyampaikan penilaiannya secara lugas.

“Juventus harus masuk ke pasar dan mendatangkan setidaknya satu penyerang tengah yang kuat. Openda maupun David bukan pemain yang ideal untuk tim ini,” tegas Graziani.

Ia menilai Juventus membutuhkan sosok nomor 9 murni yang mampu menjadi titik tumpu serangan, bukan sekadar penyerang yang mengandalkan kecepatan atau pergerakan tanpa bola.

Penyesalan Soal Donyell Malen dan Ketergantungan pada Yildiz

Graziani juga menyinggung peluang yang terlewatkan Juventus dalam perburuan Donyell Malen, yang akhirnya justru direkrut oleh AS Roma.

“Kami telah melihat [Donyell] Malen. Jika menilai dari awal, seandainya Juventus merekrutnya, itu akan menjadi pembelian yang sangat bagus. Tapi Roma yang mendapatkannya,” ujarnya.

Lebih jauh, Graziani menyoroti ketergantungan Juventus terhadap Kenan Yildiz. Menurutnya, tanpa kehadiran pemain muda berbakat tersebut, Juventus kerap terlihat mudah dikalahkan.

“Satu-satunya pemain yang bisa secara konsisten membuat perbedaan lewat kreativitas dan ketidakpastian adalah Yildiz. Tapi dia tidak bisa memikul beban serangan sendirian.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa masalah Juventus bukan hanya soal finishing, tetapi juga minimnya variasi dan ancaman di lini depan.

Mateta Masih Jadi Opsi Serius

Sejalan dengan kritik Graziani, Juventus memang sedang aktif mencari solusi. Bianconeri dikabarkan akan melanjutkan pembicaraan dengan Crystal Palace terkait Jean-Philippe Mateta, setelah tawaran awal mereka ditolak.

Mateta dinilai lebih mendekati profil penyerang yang diinginkan: kuat secara fisik, mampu menahan bola, dan efektif di kotak penalti, atribut yang saat ini sangat dibutuhkan Juventus.

Namun, hingga saat ini belum ada kata sepakatan antara Juventus dengan Crystal Palace terkait transfer Jean-Philippe Mateta, meski sang pemain setuju hijrah ke Turin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*