Mourinho Sebut Benfica Punya Peluang Lebih Banyak Ketimbang Juventus Sebelum Gol Thuram

Pelatih Benfica, José Mourinho, memberikan penilaian jujur usai timnya takluk 0-2 dari Juventus pada matchday 7 Liga Champions 2025-26.

Berbicara kepada Prime Video, pelatih berpengalaman asal Portugal itu menegaskan bahwa Benfica sebenarnya tampil lebih meyakinkan di fase awal pertandingan, meski harus bermain dengan banyak keterbatasan.

Menurut Mourinho, sebelum gol pembuka Juventus yang dicetak Khephren Thuram, justru Benfica yang memiliki peluang-peluang paling berbahaya untuk mencetak gol.

Mourinho Puji Timnya Meski Banyak Absen

Mourinho menilai performa anak asuhnya patut diapresiasi, terutama mengingat kondisi skuad yang jauh dari ideal.

“Saya melihat Benfica yang sangat terorganisir di lapangan, tentu saja dengan banyak keterbatasan dan sejumlah pemain yang absen,” ujar Mourinho.

Gol Thuram Ubah Segalanya

Mourinho menyebut gol pembuka Thuram menjadi titik balik laga.

“Saya melihat tim yang punya kepribadian dan mampu menciptakan peluang-peluang paling penting untuk mencetak gol hingga momen itu,”

Ia mengakui bahwa sepak bola sering kali tak berjalan sesuai logika. Meski Benfica tampil menjanjikan, Juventus justru mampu memanfaatkan momen krusial dan mencetak dua gol yang mengubah jalannya pertandingan.

Gol Kedua Mengubah Segalanya

Mourinho menilai setelah Juventus menggandakan keunggulan, pertandingan sepenuhnya berada dalam kendali tuan rumah.

“Setelah gol kedua, pertandingan berubah total. Laga menjadi nyaman bagi Juventus, sesuatu yang tidak mereka rasakan di babak pertama,” tambahnya.

Meski kalah, Mourinho tetap menyoroti reaksi mental timnya, terutama para pemain muda yang menghuni bangku cadangan.

“Kami memiliki bangku cadangan yang diisi pemain-pemain muda. Bukan untuk mengubah hasil, tetapi untuk menyeimbangkan permainan. Kami bahkan punya peluang membuka kembali laga lewat penalti, tetapi gagal memanfaatkannya. Di situlah pertandingan berakhir,”

Masa Depan Benfica: DNA Klub Tak Pernah Berubah

Mourinho juga berbicara soal masa depan Benfica, baik di kompetisi domestik maupun Eropa. Ia menegaskan bahwa Benfica adalah klub besar dengan mentalitas juara, terlepas dari situasi klasemen atau target jangka pendek.

“Benfica adalah klub raksasa. Target tidak terlalu relevan, karena klub sebesar ini selalu bermain untuk menang. Itu sudah ada dalam DNA kami.”

Di kompetisi liga domestik, Mourinho menilai performa Benfica sejatinya lebih baik dibanding musim lalu, meski persaingan dengan Porto masih sangat ketat.

“Kami punya lebih banyak poin dibanding musim lalu ketika Benfica berada di puncak klasemen. Masalahnya, musim ini Porto hampir selalu menang. Tidak cukup hanya bermain baik, Anda juga harus menunggu rival kehilangan poin.”

Tantangan Berat di Liga Champions

Di Liga Champions, tantangan Benfica semakin berat. Mourinho mengonfirmasi bahwa timnya akan menghadapi Real Madrid tanpa tambahan pemain yang pulih dari cedera.

“Kami akan melawan Real Madrid dengan pemain yang sama, tanpa ada yang kembali dari cedera. Saya tidak tahu apakah sembilan poin cukup untuk lolos, menurut saya itu akan sangat sulit.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*