Juventus mengambil keputusan terkait masa depan Joao Mario, bek kanan asal Portugal yang sejauh ini gagal menunjukkan performa meyakinkan di Turin.
Minimnya peminat selama bursa transfer Januari ini membuat manajemen Bianconeri terpaksa mempertahankan sang pemain hingga akhir musim.
Situasi ini menjadi bukti bahwa Joao Mario belum mampu memberikan dampak signifikan sejak bergabung, meski Juventus telah melakukan investasi besar pada sektor lini belakang.
Joao Mario Terpinggirkan di Era Tudor dan Spalletti
Sejak awal musim, Joao Mario kesulitan menembus skuad utama. Saat masih ditangani Igor Tudor, ia gagal mencuri perhatian dalam dua bulan pertama kompetisi.
Masuknya Luciano Spalletti sebagai pelatih justru memperburuk situasinya. Waktu bermainnya semakin terbatas, bahkan kerap tak masuk dalam rotasi utama.
Berbeda dengan pemain baru lain seperti:
- Jonathan David yang kini menjadi starter reguler
- Lois Openda dan Edon Zhegrova yang rutin tampil sebagai supersub
Joao Mario justru tenggelam dan menjadi sosok yang nyaris terlupakan.
Tak Laku di Bursa Januari, Juventus Terima Kenyataan
Pada awal bursa transfer Januari, Juventus sebenarnya siap melepas Joao Mario. Klub bahkan membuka pintu bagi siapa pun yang bersedia membayar sekitar €10 juta, sesuai nilai bukunya saat ini.
Namun, hingga mendekati penutupan bursa, tak ada tawaran serius yang masuk.
Menurut laporan TuttoJuve, Juventus akhirnya menyerah dalam upaya menjual sang pemain pada Januari dan memilih mempertahankannya hingga Juni.
Dengan kata lain, Joao Mario akan tetap berada di Continassa setidaknya sampai akhir musim 2025/2026.
Target Penjualan Kembali di Musim Panas
Meski gagal melepasnya sekarang, Juventus belum menyerah. Manajemen tetap berkomitmen untuk menjual Joao Mario secepat mungkin.
Musim panas dinilai sebagai momen ideal karena:
- Nilai pasar pemain akan menurun
- Harga jual menjadi lebih terjangkau
- Lebih banyak klub aktif di bursa
Dengan kondisi tersebut, peluang menemukan pembeli baru diyakini akan lebih besar.
Masih Ada Peluang Bangkit di Bawah Spalletti?
Selama bertahan di Turin, Joao Mario masih berada di bawah kendali Luciano Spalletti. Meski peluangnya kecil, bukan tidak mungkin ia bisa memperbaiki posisinya jika mendapat kesempatan.
Namun, persaingan di sektor bek kanan cukup ketat:
- Pierre Kalulu jadi pilihan utama dalam formasi empat bek
- Weston McKennie sering dimainkan sebagai wing-back kanan dalam formasi 3-4-2-1
Dalam kemenangan 3-0 atas Napoli, Joao Mario kembali hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
Hal ini menunjukkan bahwa posisinya masih jauh dari prioritas.
ika Joao Mario gagal memanfaatkan sisa musim ini, kemungkinan besar ia akan masuk daftar jual permanen pada bursa mendatang.

Leave a Reply