Bremer Terima Penalti Kontroversial: “Sesuai Aturan, Juventus Harus Menerimanya”

Bek Juventus, Gleison Bremer menunjukkan sikap sportif usai timnya kalah telak 0-3 dari Atalanta pada laga perempat final Coppa Italia 2025-26.

Meski penalti yang membuka keunggulan La Dea menuai kontroversi, Bremer menegaskan bahwa keputusan wasit tetap harus dihormati.

Pertandingan di Bergamo sebenarnya diawali dengan dominasi Juventus. Bianconeri bahkan hampir unggul lebih dulu lewat tembakan Francisco Conceicao yang membentur mistar gawang. Namun, momentum berubah drastis setelah insiden penalti pada menit ke-27.

VAR Ubah Jalannya Pertandingan

Insiden bermula saat umpan silang Ederson membentur tubuh Bremer sebelum jatuh ke pelukan Mattia Perin. Para pemain Atalanta bahkan tidak melakukan protes.

Namun, VAR melihat adanya sentuhan tangan Bremer dalam proses tersebut. Wasit Michael Fabbri kemudian melakukan On-Field Review dan memutuskan memberikan penalti kepada Atalanta.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Gianluca Scamacca, yang sukses menaklukkan Perin dan membawa tuan rumah unggul 1-0.

Sikap Dewasa Bremer

Meski banyak pihak mempertanyakan keputusan tersebut, Bremer memilih bersikap realistis.

“Jujur, sulit membicarakan ini, karena sesuai aturan memang itu penalti. Sebagai bek, tentu saya ingin mengatakan bukan penalti, tapi wasit sudah memutuskan dan kami harus menerimanya,” ujar Bremer kepada Sport Mediaset.

Ia juga menyadari bahwa gol tersebut sangat memengaruhi jalannya pertandingan.

“Keputusan ini mengubah permainan, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa. Lagipula, itu terjadi di babak pertama, masih ada satu jam untuk membalikkan keadaan,” tambahnya.

Kontroversi Tetap Mengemuka

Mantan wasit Serie A, Graziano Cesari, menilai posisi tangan Bremer sebenarnya masih alami dan tidak bergerak ke arah bola. Ia bahkan menyebut penalti seperti ini sebagai bentuk “anti-football”.

Namun, bagi Bremer, perdebatan soal wasit bukanlah alasan utama kekalahan Juventus.

Juventus Gagal Manfaatkan Peluang

Masalah utama Bianconeri justru terletak pada efektivitas serangan. Juventus menciptakan beberapa peluang, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.

Sebaliknya, Atalanta tampil sangat klinis dengan menambah dua gol di menit-menit akhir melalui Kamaldeen Sulemana dan Mario Pasalic.

“Ini juga terjadi saat melawan Cagliari dan Lecce. Kami harus lebih baik dalam memanfaatkan peluang,” tegas Bremer.

Optimisme di Era Baru Juventus

Bremer juga menyinggung proses adaptasi Juventus di bawah pelatih baru. Ia menilai tim masih berada di jalur yang benar, meski hasil kali ini mengecewakan.

“Kami baru memulai era baru bersama pelatih. Kami berada di jalur yang tepat, meski hari ini membuat kesalahan. Kami juga meminta maaf kepada fans, karena kalah 3-0 itu terlalu berat,” ucapnya.

Ia memastikan Juventus akan segera bangkit dan fokus menatap laga berikutnya.

“Tetapi, kami harus segera kembali ke jalur yang benar mulai pertandingan berikutnya.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*