Kekalahan 0-3 Juventus dari Atalanta di Perempat Final Coppa Italia 2025-26 terus memantik perdebatan.
Meski skor akhir menunjukkan hasil yang mengecewakan bagi Bianconeri, performa di atas lapangan dinilai jauh lebih positif dari yang tercermin di papan skor.
Hal ini ditegaskan oleh mantan gelandang Juventus, Alessio Tacchinardi, yang menilai hasil pertandingan terlalu kejam bagi tim asuhan Luciano Spalletti.
Dalam analisanya di studio Mediaset, Tacchinardi menyebut Juventus tampil solid, agresif, dan mampu mengendalikan jalannya laga.
Namun, satu keputusan kontroversial di awal pertandingan menjadi titik balik yang merugikan Si Nyonya Tua.
Penalti Kontroversial Jadi Titik Balik Laga
Tacchinardi secara terbuka mengkritik keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Atalanta.
Menurutnya, keputusan tersebut tidak layak diberikan dan sangat memengaruhi mental serta alur permainan Juventus.
“Hasil ini terlalu kejam. Juventus bermain sangat bagus dan menciptakan banyak peluang. Tapi di momen pertama langsung diberi penalti yang menurut saya tidak ada,” ujar Tacchinardi.
Gol dari titik putih tersebut membuat Atalanta berada di atas angin dan memaksa Juventus bermain lebih terbuka. Situasi ini kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh tim tuan rumah.
Juventus Dominan, Tapi Tumpul di Depan Gawang
Selain menyoroti keputusan wasit, Tacchinardi juga menyinggung masalah klasik Juventus musim ini: kurang tajam dalam penyelesaian akhir.
Meski mampu membangun serangan dengan rapi dan menciptakan banyak peluang, efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah.
“Juventus bermain sangat baik, menciptakan banyak peluang, memainkan sepak bola yang bagus. Tapi sayangnya mereka kurang tajam saat penyelesaian,” lanjutnya.
Hal ini berbanding terbalik dengan Atalanta yang tampil lebih efisien. Tim asuhan Raffaele Palladino mampu memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan dan menunjukkan mentalitas pemenang.

Leave a Reply