Juventus tengah dilanda kekhawatiran jelang laga pekan ke-24 Serie A 2025-26 kontra Lazio yang berlangsung pada Senin (9/2/2026) pukul 02.45 WIB.
Winger andalan mereka, Francisco Conceição, berisiko absen akibat masalah otot yang didapat setelah pertandingan Perempat Final Coppa Italia melawan Atalanta.
Situasi ini menjadi perhatian serius bagi tim pelatih, mengingat peran vital Conceição dalam skema serangan Bianconeri musim ini.
Conceição Alami Masalah Otot Usai Lawan Atalanta
Menurut laporan Gazzetta.it, pemain asal Portugal tersebut mengalami gangguan pada otot paha bagian dalam (adductor) di kaki kanan, mirip dengan cedera yang sebelumnya dialami Kenan Yildiz.
Cedera ini disebut sebagai akibat dari overload otot, atau kelelahan berlebih akibat intensitas pertandingan yang tinggi.
Setelah kembali dari laga Coppa Italia, Conceição langsung berada dalam pantauan tim medis Juventus dan menjalani sesi pemulihan bersama pemain lain yang tampil di laga tersebut.
Masih Dalam Pemantauan Tim Medis
Meski sudah mengikuti latihan pemulihan, kondisi Conceição belum sepenuhnya aman.
Tim medis Juventus akan melakukan evaluasi lanjutan pada H-1 pertandingan melawan Lazio untuk menentukan apakah sang winger siap masuk dalam daftar skuad.
Keputusan akhir baru akan diambil setelah hasil pemeriksaan terakhir, demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.
Ancaman Absen di Laga Penuh Makna Emosional
Laga melawan Lazio sejatinya memiliki arti khusus bagi Francisco Conceição. Klub ibu kota tersebut memiliki hubungan erat dengan karier ayahnya, Sérgio Conceição, yang pernah menjadi figur penting di sana.
Karena itu, duel ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga momen emosional bagi sang pemain.
Namun, kondisi fisik yang belum optimal membuat peluang Conceição tampil masih tanda tanya besar.
Absennya sang winger andalan semakin berisiko karena gaya bermainnya sangat mengandalkan:
- Akselerasi cepat
- Sprint eksplosif
- Perubahan arah mendadak
- Dribel intensitas tinggi
Karakteristik tersebut membuat cedera adductor menjadi sangat sensitif dan rawan kambuh.

Leave a Reply