Legenda Juventus Kritik Keras Era Elkann: “Saya Rindu Andrea Agnelli, Sekarang Semuanya Jadi Prancis”

Suara kritik kembali menggema dari sosok legendaris Juventus. Marco Tardelli, mantan gelandang ikonik Bianconeri dan pahlawan Piala Dunia 1982, melontarkan pernyataan tajam soal arah klub di bawah kepemimpinan John Elkann.

Menurutnya, Juventus kini kehilangan satu elemen krusial: pemilik yang benar-benar mencintai klub.

Dalam pandangan Tardelli, Juventus saat ini tak lagi dikelola sebagai klub sepak bola dengan jiwa dan emosi, melainkan lebih menyerupai korporasi bisnis yang dijalankan dari kejauhan.

Juventus di Bawah Elkann: Terlalu Korporat?

Sebagai pemimpin keluarga Agnelli dan pemilik mayoritas Juventus melalui Exor, John Elkann memang memegang kendali tertinggi. Namun, dengan berbagai kesibukan global, Elkann jarang terlihat langsung mendampingi Juventus di stadion.

Tanggung jawab operasional klub kini didelegasikan kepada Gianluca Ferrero selaku presiden, serta Damien Comolli yang baru saja dipromosikan sebagai CEO. Struktur inilah yang menjadi sasaran kritik Tardelli.

Tardelli: Juventus Kehilangan Pemilik yang “Mencintai”

Berbicara dalam presentasi film dokumenter Juventus – Primo Amore, Tardelli menilai Juventus merindukan figur pemilik yang hadir dengan cinta dan kedekatan emosional, seperti Gianni Agnelli di masa lalu.

“Saya rasa ada kekurangan sosok yang benar-benar mencintai Juventus,” kata Tardelli.

“L’Avvocato (Gianni Agnelli) tidak menjadikan Juventus sebagai bisnis. Ia ada di sana karena menikmati klub ini, mencintai para pemain dan seragam itu,”

Menurutnya, kondisi saat ini sangat berbeda.

“Hari ini, sayangnya, semuanya adalah soal bisnis, dan para pemilik tidak mengikuti perkembangan klub secara dekat.”

Rindu Andrea Agnelli Meski Tak Selalu Sepakat

Tak berhenti di situ, Tardelli juga mengungkapkan kerinduannya pada Andrea Agnelli, mantan presiden Juventus yang sempat menuai pro dan kontra selama masa jabatannya.

Meski mengakui hubungan mereka tidak selalu harmonis, Tardelli menegaskan satu hal yang tak terbantahkan: Andrea Agnelli hadir dan peduli.

“Saya tidak pernah memiliki hubungan yang hebat dengan Andrea Agnelli, tapi hari ini saya merindukannya karena dia ada di lapangan, dia mencintai Juventus,” ungkapnya.
“Dia bisa melakukan banyak kesalahan dan punya sikap yang aneh, tapi dia selalu ada. Dia adalah sosok yang bisa diajak bicara. Sekarang, itu tidak ada lagi,”

Sindiran Soal Dominasi Prancis

Pernyataan Tardelli menjadi semakin kontroversial ketika ia menyinggung dominasi figur Prancis di jajaran manajemen Juventus saat ini.

“Selain itu, bahkan tidak ada lagi orang Italia, sekarang semuanya orang Prancis. Dan meskipun mereka telah menyebabkan berbagai bencana, orang-orang Prancis itu masih tetap di sana,”

Sindiran tersebut jelas mengarah pada Damien Comolli, figur kunci yang secara efektif menjalankan klub, serta François Modesto, direktur teknis Juventus yang juga berasal dari Prancis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*