Juventus dikabarkan semakin dekat untuk mengaktifkan klausul kewajiban membeli (obligation to buy) dalam kontrak Lois Openda.
Namun, di tengah kepastian transfer permanen tersebut, laporan terbaru menyebut bahwa Bianconeri justru sudah mulai menyusun skenario untuk melepas sang striker pada bursa transfer musim panas mendatang.
Situasi ini menghadirkan dinamika menarik dalam strategi transfer Juventus musim 2025/26.
Detail Klausul Obligation to Buy Openda
Lois Openda bergabung dengan Juventus pada akhir bursa transfer musim panas lalu dengan status pinjaman dari RB Leipzig. Kesepakatan tersebut mencakup:
- Biaya pinjaman: €3,3 juta
- Bonus tambahan: hingga €800 ribu
- Klausul obligation to buy: aktif jika syarat olahraga tertentu terpenuhi
Menurut laporan Calciomercato.com, Juventus wajib mempermanenkan Openda jika mereka finis di posisi 10 besar Serie A musim ini.
Dengan 14 pertandingan tersisa di musim 2025/26, Juventus saat ini berada di peringkat keempat dengan 46 poin, unggul 16 poin dari posisi 10. Artinya, hampir mustahil bagi mereka untuk terlempar ke posisi 11 atau lebih rendah.
Jika klausul tersebut aktif, Juventus harus membayar:
- €40,6 juta sebagai biaya tetap
- Bonus hingga €1,7 juta
Total potensi transfer bisa menyentuh angka lebih dari €42 juta.
Performa Openda Belum Meyakinkan
Secara statistik, kontribusi Openda musim ini belum sesuai ekspektasi. Dari 31 penampilan di semua kompetisi, striker asal Belgia tersebut baru mencetak Dua gol.
Lebih dari sekadar angka, ada pertanyaan taktis yang mengemuka: apakah Openda cocok dengan sistem Luciano Spalletti?
Openda bukan tipe striker murni (out-and-out centre-forward), tetapi juga tidak sepenuhnya pas mengisi peran pendukung di lini serang—posisi yang biasanya ditempati oleh:
- Kenan Yildiz
- Fabio Miretti
- Weston McKennie
- Francisco Conceicao
Ketidakjelasan peran ini membuat masa depannya di Turin menjadi tanda tanya besar.
Mengapa Juventus Tak Bisa Menjualnya di Januari?
Sebenarnya, Juventus sempat mempertimbangkan opsi menjual Openda pada bursa Januari. Namun hal itu mustahil dilakukan.
Alasannya sederhana namun krusial: Openda sudah bermain untuk dua klub berbeda musim ini (RB Leipzig dan Juventus). Regulasi FIFA melarang pemain tampil untuk tiga klub berbeda dalam satu musim kompetisi.
Dengan demikian, penjualan hanya bisa dilakukan pada musim panas mendatang.
Tantangan Finansial: Menghindari Capital Loss
Meski Juventus berencana menjual Openda, misi tersebut tidak mudah secara finansial.
Untuk menghindari kerugian pembukuan (capital loss), Juventus harus:
- Menjualnya minimal di angka €40,6 juta pada musim panas 2026
- Menjualnya sekitar €30 juta pada musim panas 2027
- Menjualnya sekitar €20 juta pada musim panas 2028
Masalahnya, kecil kemungkinan ada klub yang bersedia membayar €40 juta pada musim panas ini, mengingat performanya belum meyakinkan.
Skenario yang lebih realistis adalah:
Openda menjalani musim 2026/27 yang lebih baik, meningkatkan nilai pasar, lalu dijual di kisaran €30 juta pada musim panas 2027.
Jika Openda gagal menunjukkan perkembangan signifikan, ia bisa menjadi salah satu nama besar yang masuk daftar jual musim panas 2026.

Leave a Reply