Juventus kembali menunjukkan ambisinya untuk menjadi pelopor inovasi di sepak bola Eropa.
CEO Damien Comolli dan Director of Football Strategy Giorgio Chiellini resmi meluncurkan proyek baru bertajuk “Forward. In Play – Innovation Takes the Field” di Allianz Stadium, Turin.
Proyek ini menghadirkan “Forward Squad”, sebuah tim yang terdiri dari berbagai startup terpilih yang akan berkolaborasi dengan Juventus sepanjang musim ini.
Fokusnya bukan hanya pada pengembangan proyek baru, tetapi juga pada storytelling, teknologi, serta peningkatan pengalaman suporter.
Langkah ini menegaskan bahwa Juventus tidak hanya membangun tim di atas lapangan, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis dan inovasi jangka panjang.
Comolli: Sepak Bola Bergerak Cepat, Juventus Harus Melihat ke Depan
Dalam pernyataannya, Damien Comolli menekankan bahwa industri sepak bola dan hiburan olahraga berkembang sangat cepat. Klub tidak bisa hanya fokus pada kondisi saat ini.
“Sepak bola dan hiburan olahraga bergerak cepat, dan kita tidak bisa diam. Kita harus melihat ke depan, berpikir besar tentang sepak bola dan bisnis hiburan dalam 15 tahun ke depan.”
Comolli juga menyoroti pentingnya memahami bagaimana pengalaman penggemar akan berubah dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, termasuk bagaimana mereka datang ke stadion dan menikmati pertandingan.
Artinya, Juventus ingin menjadi klub yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, digitalisasi, dan perubahan perilaku konsumen.
Forward Squad: Kolaborasi dengan Startup untuk Masa Depan
Melalui proyek Forward Squad, Juventus menggandeng berbagai startup untuk membantu menyelesaikan tantangan sehari-hari klub.
Beberapa area potensial kolaborasi meliputi:
- Pengembangan teknologi stadion
- Digital engagement dan pengalaman fans
- Data analytics dan performa tim
- Storytelling serta konten kreatif
- Solusi bisnis berbasis inovasi
Juventus ingin memastikan setiap inovasi memiliki dampak yang terukur dan benar-benar berguna bagi klub.
Chiellini: Juventus Lebih dari Sekadar Klub Sepak Bola
Giorgio Chiellini, legenda Bianconeri yang kini menjabat Director of Football Strategy, menegaskan bahwa inovasi sudah menjadi bagian dari DNA Juventus sejak awal berdirinya.
“Inovasi telah menjadi bagian penting Juventus sejak didirikan. Kami adalah klub pertama yang memiliki stadion sendiri dengan visi yang melampaui hari pertandingan,”
Sebagai pengingat, Juventus menjadi klub Italia pertama yang memiliki stadion sendiri saat Allianz Stadium diresmikan pada 2011. Chiellini bahkan bermain dalam laga kompetitif pertama di stadion tersebut saat Juventus mengalahkan Parma 4-1 pada 11 September 2011.
Kini, semangat inovasi itu ingin diperluas ke level yang lebih besar.
Transformasi Chiellini: Dari Kapten ke Arsitek Strategi
Setelah pensiun, Chiellini kembali ke Juventus pada 2024 sebagai Head of Football Institutional Relations sebelum akhirnya dipromosikan menjadi Director of Football Strategy.
Dengan pengalaman sembilan gelar Serie A bersama Antonio Conte, Massimiliano Allegri, dan Maurizio Sarri, Chiellini memahami kebutuhan klub dari dalam.
Ia menyatakan bahwa proyek ini melampaui aspek olahraga semata:
“Klub sepak bola bukan hanya tentang apa yang terjadi di lapangan; mereka jauh lebih dari itu,”
Menurutnya, Juventus ingin menjadi referensi lokal dan nasional dalam pengembangan startup olahraga, termasuk dengan menghadirkan sports startup accelerator di Allianz Stadium.
Visi Juventus: Klub Modern yang Terintegrasi
Chiellini menambahkan bahwa tujuan utama proyek ini adalah menciptakan ekosistem kolaboratif yang terintegrasi.
“Ini adalah peluncuran, sebuah ajakan untuk berbagi inovasi. Tujuan kami adalah menjadi penggerak dan katalisator kolaborasi menuju masa depan yang semakin terintegrasi dan inovatif.”
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Juventus ingin bertransformasi menjadi organisasi olahraga modern yang memadukan performa di lapangan dengan kekuatan bisnis dan teknologi.
Dampak bagi Masa Depan Juventus
Peluncuran proyek inovasi ini bisa menjadi langkah strategis besar bagi Juventus dalam:
- Meningkatkan daya saing komersial
- Memperkuat brand global
- Menarik investor dan mitra teknologi
- Meningkatkan pengalaman suporter
- Menciptakan efisiensi operasional klub
Di era sepak bola modern, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh hasil pertandingan, tetapi juga oleh kemampuan klub dalam mengelola bisnis, data, dan inovasi.

Leave a Reply