Jelang laga panas antara Inter Milan dan Juventus di pekan ke-25 Serie A 2025-26, kabar kurang menyenangkan datang dari kubu Bianconeri. Gelandang Prancis, Khephren Thuram, dilaporkan berisiko absen akibat cedera bone bruise (memar tulang).
Menurut laporan Sky Sport Italia, peluang Thuram tampil di Derby d’Italia sangat kecil.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pelatih Juventus, Luciano Spalletti, yang harus menyusun ulang strategi lini tengah jelang duel krusial di San Siro.
Cedera Bone Bruise Jadi Penghalang
Juventus menjalani sesi latihan di Continassa pada Jumat pagi sebelum dijadwalkan bertolak ke Milan. Namun, kondisi Thuram belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Cedera bone bruise memang tidak selalu membutuhkan waktu pemulihan panjang seperti patah tulang, tetapi tetap bisa mengganggu performa, terutama dalam laga intens seperti Inter vs Juventus yang menuntut duel fisik dan mobilitas tinggi.
Jika benar-benar absen, kehilangan Thuram akan menjadi kerugian dari sisi energi dan kekuatan duel lini tengah.
Opsi Pengganti: Koopmeiners
Apabila Thuram dipastikan tidak masuk skuad, maka Teun Koopmeiners diperkirakan akan turun sebagai starter di lini tengah bersama Manuel Locatelli.
Koopmeiners menawarkan visi permainan dan kemampuan distribusi bola yang baik, sementara Locatelli memberi keseimbangan defensif di depan lini belakang.
Namun, karakter permainan keduanya berbeda dengan Thuram yang lebih dinamis, kuat dalam duel, dan agresif saat melakukan pressing.
Faktor Emosional: Duel Saudara Thuram Terancam Gagal
Absennya Thuram juga berpotensi menghilangkan salah satu subplot menarik dalam Derby d’Italia musim ini: duel saudara antara Khephren dan kakaknya, Marcus Thuram, yang membela Inter.
Pertemuan dua bersaudara di laga sebesar ini selalu menghadirkan cerita emosional dan daya tarik tersendiri. Jika Khephren tak bisa tampil, momen tersebut harus ditunda.
Dampak bagi Juventus di Derby d’Italia
Jika Thuram absen, beberapa dampak yang mungkin terjadi:
- Intensitas pressing berkurang
- Duel fisik di lini tengah lebih berat
- Transisi bertahan-menyerang tidak secepat biasanya
Sementara itu, Inter Milan bisa memanfaatkan celah tersebut untuk menguasai tempo pertandingan.

Leave a Reply