Kekalahan dramatis 2-3 dari Inter Milan dalam Derby d’Italia di pekan ke-25 Serie A 2025-26 berbuntut panjang.
Petinggi Juventus, yakni Giorgio Chiellini dan Damien Comolli, secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dan mendesak penanggung jawab wasit Serie A, Gianluca Rocchi, untuk mundur.
Mereka menyebut keputusan wasit dalam laga tersebut sebagai sesuatu yang “tidak bisa diterima” dan “memalukan” bagi sepak bola Italia.
Laga Penuh Drama, Diwarnai Kontroversi
Pertandingan berjalan panas sejak awal. Andrea Cambiaso mencetak gol bunuh diri dan kemudian menebusnya dengan gol penyeimbang.
Juventus bahkan mampu menyamakan skor menjadi 2-2 lewat Manuel Locatelli meski bermain dengan 10 orang.
Namun titik balik laga terjadi menjelang turun minum ketika Pierre Kalulu menerima kartu kuning kedua setelah insiden dengan Alessandro Bastoni. Juventus menilai tidak ada kontak yang cukup untuk menghasilkan pelanggaran.
Gol kemenangan dari Piotr Zielinski di menit ke-90 akhirnya memastikan Inter menang 3-2, namun fokus justru beralih ke keputusan wasit.
Juventus Ambil Sikap Tidak Biasa
Alih-alih pelatih berbicara kepada media, Juventus mengirim dua direktur mereka. Ini menjadi sinyal betapa seriusnya protes yang mereka ajukan.
Chiellini menyatakan:
“Kami tidak bisa berbicara tentang sepak bola setelah apa yang terjadi hari ini. Sesuatu yang benar-benar tidak dapat diterima telah terjadi,” ujar Chiellini
Ia juga menyoroti banyaknya kesalahan wasit sepanjang musim dan menilai standar kepemimpinan pertandingan tidak selevel dengan kualitas Serie A.
Menurut Chiellini, masalah ini bukan hanya tentang Juventus.
“Ini bukan hanya tentang kami. Banyak tim mengeluh musim ini. Ada sesuatu yang jelas tidak bekerja,”
Desakan agar Rocchi Mundur
Pernyataan paling tajam datang saat Chiellini secara implisit meminta Rocchi mundur dari jabatannya.
“Jelas grup wasit tidak bekerja dengan baik. Jika Rocchi mengatakan dia akan pergi, kita lihat sekarang apakah dia benar-benar pergi,”
Pernyataan tersebut memperlihatkan ketidakpuasan mendalam terhadap sistem penunjukan dan pengawasan wasit.
Kritik terhadap Protokol VAR
Salah satu sorotan utama adalah ketidakmampuan VAR mengintervensi kartu kuning kedua Kalulu. Dalam regulasi saat ini, VAR tidak bisa masuk untuk mengevaluasi keputusan kartu kuning.
Juventus menilai protokol ini perlu ditinjau ulang oleh IFAB, termasuk kemungkinan memberikan pelatih hak mengajukan permintaan peninjauan VAR dalam jumlah terbatas per pertandingan.
Chiellini bahkan menyebut infrastruktur perwasitan “tidak berada di level Serie A.”
Comolli: “Ini Memalukan”
Damien Comolli tak kalah keras dalam komentarnya.
“Sebagai klub, ini memalukan. Dari pemilik, fans, pemain hingga pelatih, kami semua merasa ini tidak bisa terjadi lagi.”
Ia menegaskan bahwa insiden ini adalah rangkuman dari berbagai keputusan kontroversial yang mereka rasakan sepanjang musim.
Meski para petinggi Juventus terlihat berdebat panas dengan wasit di lorong stadion saat jeda babak pertama, Comolli mengonfirmasi bahwa mereka tidak berbicara lagi dengan sang pengadil setelah laga.

Leave a Reply