Derby d’Italia antara Inter Milan dan Juventus di pekan ke-25 Serie A 2025-26 terus memantik kontroversi.
Bukan hanya soal skor akhir, tetapi juga insiden yang melibatkan bek andalan Nerazzurri, Alessandro Bastoni, yang kini menjadi sorotan tajam para legenda sepak bola Italia.
Dua mantan bintang besar Serie A, Massimo Ambrosini dan Hernanes, secara terbuka mengkritik sikap Bastoni dalam laga panas tersebut. Mereka menilai tindakan sang bek tak mencerminkan nilai sportivitas dalam sepak bola.
Kronologi Kontroversi: Bastoni, Kalulu, dan Kartu Merah yang Dipertanyakan
Pertandingan yang berlangsung sengit itu ternoda oleh momen kontroversial menjelang turun minum. Bastoni menggiring bola dalam skema serangan balik sebelum terjatuh, mengklaim adanya pelanggaran dari bek Juventus, Pierre Kalulu.
Wasit Federico La Penna tanpa ragu memberikan kartu kuning kedua kepada Kalulu, membuat Juventus harus bermain dengan 10 orang hampir sepanjang laga.
Namun tayangan ulang menunjukkan kontak yang sangat minim, bahkan nyaris tak ada. Mantan wasit Serie A, Luca Marelli, menilai insiden tersebut merupakan simulasi. Menurutnya, justru Bastoni yang seharusnya menerima kartu kuning kedua.
Tak berhenti di situ, selebrasi Bastoni usai kartu merah Kalulu dianggap berlebihan. Gestur emosionalnya dinilai memperkeruh suasana dan memancing reaksi negatif dari publik netral.
Massimo Ambrosini: “Bastoni Mempermalukan Dirinya Sendiri”
Dalam analisis pascalaga, Ambrosini—mantan kapten AC Milan—tak menahan kritiknya.
Ia mengakui bahwa dalam sepak bola, pemain kerap melebih-lebihkan kontak untuk mendapatkan keuntungan. Namun menurutnya, reaksi Bastoni melampaui batas kewajaran.
“Bastoni memberikan kesan buruk. Saya mengenal Alessandro. Selebrasi seperti itu berlebihan. Itu tidak adil bagi olahraga ini dan juga bagi dirinya sendiri,” ujar Ambrosini.
“Ketika saya berada di lapangan, terkadang saya melebih-lebihkan dan mencari kontak, dan baik saya maupun pemain lain pernah membuat wasit melakukan kesalahan, tetapi reaksi seperti itu terlalu berlebihan,”
Pernyataan ini menjadi sorotan karena datang dari sosok yang pernah merasakan panasnya rivalitas Serie A. Ambrosini mempersoalkan sikap dan gestur Bastoni yang dianggap mencederai nilai fair play.
Hernanes: “Sikap Seperti Ini Harus Dilawan!”
Komentar lebih keras datang dari Hernanes, mantan gelandang yang pernah membela Lazio, Inter, hingga Juventus. Ia bahkan menyatakan frustrasinya terhadap aturan dan dinamika sepak bola modern.
“Saya ingin berbicara tentang sepak bola, bukan tentang aturan seperti ini. Sikap seperti Bastoni harus dilawan.”
Hernanes juga menilai kekalahan 2-3 Juventus yang ditentukan gol telat dari Piotr Zielinski tidak sepenuhnya mencerminkan kekalahan secara sportif.
“Juve tidak kalah hari ini. Ini tidak bisa dianggap sebagai kekalahan, setidaknya dari sisi olahraga,” tegasnya.
Menurutnya, regulasi dan penerapan aturan yang tidak konsisten telah memberi dampak besar terhadap hasil pertandingan.
“Ini adalah kekalahan karena aturan, yang sangat keliru, karena saya sudah tidak tahu berapa bulan saya mengatakan bahwa aturan itu perlu diubah,”
“Saya tahu aturan tidak bisa diubah di tengah musim, tetapi ini adalah kesalahan lainnya. Mereka menimbulkan kerusakan yang luar biasa dan tetap tidak ingin mengubah aturan, jadi mereka salah dua kali.”

Leave a Reply