Ketegangan FIGC dan AIA Memanas Usai Inter vs Juventus, Gravina Panggil Rocchi, VAR Jadi Sorotan

Laga panas antara Inter Milan dan Juventus di pekan ke-25 Serie A 2025-26 kembali memicu polemik besar di sepak bola Italia.

Kemenangan dramatis 3-2 untuk Nerazzurri memunculkan ketegangan serius antara federasi dan badan wasit Italia.

Presiden Federazione Italiana Giuoco Calcio (FIGC), Gabriele Gravina, dilaporkan langsung menghubungi kepala wasit Gianluca Rocchi untuk membahas sejumlah insiden kontroversial dalam pertandingan tersebut. Situasi ini semakin memperlihatkan rapuhnya stabilitas internal Associazione Italiana Arbitri (AIA).

Juventus Protes Keras, Elkann Turun Tangan

Menurut laporan media Italia, CEO Exor John Elkann disebut menghubungi Gravina untuk menyampaikan ketidakpuasan Juventus terhadap kepemimpinan wasit.

Dari sudut pandang Bianconeri, beberapa keputusan krusial dianggap merugikan. Sorotan utama tertuju pada momen kartu kuning kedua yang diterima Pierre Kalulu setelah insiden dengan bek Inter, Alessandro Bastoni.

Pihak Juventus menilai insiden tersebut dipicu oleh dugaan aksi simulasi, yang berujung pada pengusiran Kalulu dari lapangan.

Keputusan itu dinilai sangat memengaruhi jalannya pertandingan dan menjadi titik balik kemenangan Inter.

Gravina Bicara dengan Rocchi: Evaluasi dan Kekhawatiran Serius

Sebagai respons, Gravina segera melakukan diskusi internal dengan Rocchi guna mengevaluasi kepemimpinan wasit dalam laga tersebut. Tidak hanya membahas insiden spesifik, Gravina juga menyoroti fenomena simulasi berulang dalam laga-laga besar seperti Inter vs Juventus.

Menurut sumber FIGC, perilaku semacam itu berpotensi:

  • Mempengaruhi keputusan wasit secara tidak objektif
  • Meningkatkan risiko kesalahan krusial
  • Merusak citra sepak bola Italia di mata publik

Isu ini bukan sekadar soal satu pertandingan, melainkan menyangkut kredibilitas sistem perwasitan nasional.

AIA dalam Situasi Tidak Stabil

Drama ini terjadi di tengah kondisi internal AIA yang belum sepenuhnya stabil. Presiden AIA, Antonio Zappi, sebelumnya dijatuhi sanksi 13 bulan pada tingkat pertama oleh Pengadilan Federal Banding.

Putusan banding dijadwalkan keluar pada 18 Februari. Jika sanksi tersebut dikuatkan, AIA berpotensi ditempatkan di bawah administrasi sementara, sebuah skenario yang bisa memperburuk ketegangan struktural di tubuh wasit Italia.

Kondisi ini membuat setiap kontroversi pertandingan menjadi semakin sensitif.

VAR dan Teknologi Jadi Solusi?

Dalam diskusi internal, muncul kembali wacana perluasan penggunaan VAR dan dukungan teknologi tambahan dalam situasi “clear and obvious error” (kesalahan yang jelas dan nyata).

Peningkatan pemanfaatan teknologi dianggap dapat:

  • Mengurangi kontroversi keputusan wasit
  • Memberikan transparansi lebih besar
  • Menjaga integritas kompetisi Serie A

Namun, perdebatan tetap ada. Sebagian pihak menilai penggunaan VAR yang terlalu luas bisa memperlambat tempo pertandingan dan mengurangi dinamika alami sepak bola.

Dampak Lebih Luas bagi Sepak Bola Italia

Insiden Inter-Juventus bukan sekadar rivalitas klasik yang memanas. Kasus ini membuka kembali perdebatan lama tentang:

  • Standar kepemimpinan wasit di Serie A
  • Konsistensi penerapan aturan
  • Hubungan antara klub elite dan federasi

Dengan situasi AIA yang belum sepenuhnya stabil dan tekanan dari klub besar seperti Juventus, FIGC kini berada dalam posisi krusial untuk menjaga keseimbangan antara independensi wasit dan keadilan kompetisi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*