Daniele De Rossi, pelatih Genoa, ikut angkat suara terkait kontroversi kartu merah yang diterima Pierre Kalulu saat Derby d’Italia antara Inter Milan melawan Juventus di pekan ke-25 Serie A 2025-26. De Rossi menyebut Kalulu menjadi korban “aturan VAR terbodoh”.
Kontroversi Kartu Merah Pierre Kalulu
Inter memenangkan pertandingan 3-2 atas Juventus, tetapi laga ini diwarnai kontroversi besar. Pada menit ke-42, Kalulu dikartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap dekat garis tengah.
Reaksi publik Italia menilai kartu pertama Kalulu terlalu keras, sedangkan kartu kedua disebut “absurd” dan “tidak ada”.
Rekaman ulang menunjukkan Bastoni jatuh terlalu mudah, seolah memancing keputusan wasit. Bastoni, yang saat itu juga mendapat kartu kuning, terlihat merayakan keras pengusiran Kalulu, memicu kemarahan manajemen dan suporter Juventus.
Wasit penunjuk Gianluca Rocchi kemudian mengakui ada kesalahan, tetapi keputusan itu tidak dapat direview VAR karena hanya kartu kuning kedua, bukan kartu merah langsung. Rumor berkembang bahwa IFAB akan mengubah aturan ini sebelum Piala Dunia FIFA 2026.
Pendapat De Rossi soal Standar Wasit
De Rossi, yang sebelumnya frustrasi terhadap keputusan wasit saat Genoa kalah 2-3 dari Napoli akibat penalti menit ke-95, menegaskan bahwa sepak bola modern terlalu dipengaruhi VAR.
“Saya sudah bicara soal penalti minggu lalu. Tidak ada yang tahu lagi apa itu kesalahan jelas dan nyata. Sepak bola yang saya kenal sudah tidak ada. Saya harus memberi tahu pemain untuk menjaga tangan di belakang dan tidak melakukan tekel. Saya tidak tahu lagi olahraga apa yang saya latih,” ujar De Rossi.
Menyikapi kontroversi Derby d’Italia, De Rossi melihat sisi positif karena perhatian dunia tertuju pada laga ini:
“Hal positif dari kejadian ini adalah karena ini pertandingan Juve vs Inter. Dunia menontonnya, ini laga penting di Italia. Aturan VAR terbodoh, yang sudah saya kritik selama tiga tahun, adalah kartu kuning kedua tidak dianggap sama seriusnya dengan kartu merah langsung. Mengubahnya mudah, cukup dua hari. Setiap kartu kuning kedua seharusnya bisa direview,”
De Rossi menekankan bahwa kartu kuning kedua kini bisa mengubah jalannya pertandingan bahkan lebih daripada gol atau penalti.
Komentar De Rossi membuka diskusi besar soal konsistensi aturan VAR dan dampaknya pada pertandingan besar.
Ia menyarankan revisi cepat untuk memastikan setiap kartu kuning kedua ditinjau, sehingga keadilan di lapangan tetap terjaga.

Leave a Reply