Kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray di Istanbul menjadi pukulan keras bagi Juventus dalam leg pertama play-off Liga Champions 2025-26.
Sempat unggul 2-1 lewat dua gol Teun Koopmeiners, Bianconeri justru runtuh di babak kedua akibat kesalahan fatal Juan Cabal dan kebangkitan luar biasa tuan rumah yang dipimpin Noa Lang.
Hasil ini membuat Juventus menghadapi “gunung terjal” pada leg kedua di Turin, 26 Februari mendatang.
Juventus Datang Pincang, Galatasaray Penuh Bintang
Juventus bertandang ke Istanbul tanpa sejumlah nama penting seperti Jonathan David, Emil Holm, Dusan Vlahovic, dan Arek Milik. Namun Khephren Thuram kembali tersedia setelah absen dalam laga kontroversial melawan Inter.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti membuat kejutan dengan menempatkan Weston McKennie sebagai false 9, didukung Kenan Yildiz dan Francisco Conceicao di sisi sayap.
Di kubu tuan rumah, Galatasaray memang kehilangan Mario Lemina karena sanksi, tetapi mereka tetap mengandalkan sederet nama besar eks Serie A seperti Victor Osimhen, Mauro Icardi, Noa Lang, dan Lucas Torreira.
Atmosfer panas Istanbul langsung terasa sejak menit awal.
Babak Pertama: Koopmeiners Balas Cepat dan Balikkan Keadaan
Galatasaray membuka skor lewat sepakan melengkung Gabriel Sara pada menit ke-15. Gol ini bermula dari kelengahan Juventus dalam situasi lemparan ke dalam.
Namun keunggulan tuan rumah hanya bertahan kurang dari satu menit. Andrea Cambiaso melakukan penetrasi cepat dari kick-off, mengirim umpan silang yang berujung pada rebound yang disambar Teun Koopmeiners menjadi gol penyeimbang.
Momentum langsung berubah. Koopmeiners kembali mencetak gol keduanya di menit ke-32 lewat kombinasi satu-dua dengan McKennie sebelum melepaskan tembakan keras ke atap gawang. Juventus berbalik unggul 2-1 dan tampak memegang kendali laga.
Sayangnya, badai belum benar-benar datang.
Babak Kedua: Mimpi Buruk Bernama Juan Cabal
Memasuki babak kedua, Galatasaray tampil jauh lebih agresif. Baris Alper Yilmaz melepaskan tembakan keras yang ditepis Michele Di Gregorio, tetapi Noa Lang sigap menyambar bola liar untuk menyamakan kedudukan 2-2.
Masalah Juventus bertambah ketika Gabriel Sara mencetak gol ketiga melalui tendangan bebas yang berbelok tipis dan mengecoh kiper.
Petaka datang dari bangku cadangan.
Juan Cabal, yang masuk sebagai pemain pengganti, melakukan pelanggaran ceroboh terhadap Yilmaz yang berujung kartu kuning. Tak lama kemudian, ia kembali melanggar sang kapten Galatasaray dan menerima kartu kuning kedua. Juventus pun bermain dengan 10 orang sejak menit ke-67.
Kartu merah ini menjadi titik balik kehancuran total.
Noa Lang Menggila, Juventus Runtuh
Dengan keunggulan jumlah pemain, Galatasaray semakin leluasa menekan. Kesalahan membangun serangan dari lini belakang Juventus dimanfaatkan Osimhen, yang merebut bola di kotak penalti sebelum mengirim assist mudah untuk Lang mencetak gol keduanya. Skor berubah 4-2.
Tak berhenti di situ, Osimhen kembali berperan dalam proses gol kelima. Ia memenangkan duel fisik dan membuka ruang bagi Sacha Boey yang melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.
Gol kelima memastikan malam sempurna bagi Galatasaray – dan malam horor bagi Juventus.
Statistik Kunci dan Catatan Penting
- Teun Koopmeiners: 2 gol
- Noa Lang: 2 gol
- Juan Cabal: kartu merah menit 67
- Andrea Cambiaso: absen di leg kedua akibat akumulasi kartu
Juventus sebenarnya menunjukkan karakter kuat saat membalikkan keadaan di babak pertama. Namun rapuhnya lini belakang, kesalahan individu, dan kehilangan konsentrasi membuat mereka hancur di 45 menit terakhir.
Tantangan Berat di Turin
Kekalahan 2-5 membuat Juventus wajib menang minimal tiga gol tanpa balas di leg kedua untuk memaksakan perpanjangan waktu. Misi yang tidak mustahil, tetapi jelas sangat berat.

Leave a Reply