Mauro Kritik Juventus: “Bukan Cambiaso dan Cabal Masalahnya, Tapi Hilangnya “Pengendali Permainan”

Mantan gelandang Juventus, Massimo Mauro, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi terkini Bianconeri.

Menurutnya, persoalan utama Juventus bukan terletak pada performa dua bek kiri, melainkan pada absennya “lima atau enam pemain yang bisa mengontrol permainan,” figur-figur yang dulu selalu menjadi identitas klub asal Turin tersebut.

Pernyataan Mauro ini muncul di tengah sorotan terhadap penampilan inkonsisten Andrea Cambiaso dan Juan Cabal, serta kekalahan telak Juventus dari Galatasaray di Liga Champions.

“Cambiaso Bukan Pemimpin, Tapi Bukan Masalah Utama”

Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Mauro menyebut bahwa Andrea Cambiaso bukanlah sosok pemimpin di tim.

“Cambiaso bukan seorang leader, dia hanya pemain normal,” ujar Mauro.

Namun, Mauro menegaskan bahwa baik Cambiaso maupun Juan Cabal bukan akar persoalan Juventus saat ini. Ia menilai masalah yang lebih dalam adalah absennya pemain-pemain kelas atas yang mampu mengatur tempo, membaca permainan, dan mengendalikan ritme laga, seperti yang selalu dimiliki Juventus di era kejayaan mereka.

Bagi Mauro, Juventus masa lalu selalu punya “penguasa lini tengah” yang menjadi referensi tim, baik dalam membangun serangan maupun menjaga stabilitas permainan.

“Baik dia [Cambiaso] maupun [Juan] Cabal bukanlah masalah Juventus, melainkan kurangnya lima atau enam pemain yang mengendalikan permainan, pemain-pemain yang selalu mereka miliki,”

Spalletti Satu-Satunya yang Layak Dipertahankan?

Menariknya, Mauro juga memberikan dukungan kepada pelatih Juventus saat ini, Luciano Spalletti.

“Pelatih [Luciano Spalletti] adalah satu-satunya yang perlu dipertahankan klub,”

Ia menyebut bahwa dari keseluruhan skuad yang ada, sang pelatih adalah sosok yang paling layak dipertahankan oleh manajemen klub.

Mauro tampak kurang terkesan dengan kualitas pemain yang tersedia, seolah menyiratkan bahwa persoalan Juventus lebih struktural ketimbang sekadar kesalahan individu di lapangan.

Dibantai Galatasaray di Istanbul: Alarm Bahaya di Liga Champions

Kritik Mauro terasa semakin relevan setelah Juventus dipermalukan 5-2 oleh Galatasaray di Istanbul.

Dalam laga tersebut, mantan pemain Napoli, Noa Lang, mencetak dua gol yang memperparah luka Bianconeri.

Situasi semakin memburuk ketika Cabal yang masuk menggantikan Cambiaso di babak kedua mendapat dua kartu kuning hanya dalam waktu 20 menit, memaksa Juventus bermain dengan sepuluh orang.

Kekalahan telak itu membuat peluang Juventus untuk lolos ke fase berikutnya di UEFA Champions League menjadi sangat tipis. Dibutuhkan “keajaiban di Turin” agar mereka mampu membalikkan keadaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*