Vignola Ragukan Pertahanan Juventus: Mampukah Bangkit dari Mimpi Buruk?

Mantan bintang Juventus,, Beniamino Vignola, melontarkan kritik tajam terhadap lini belakang Bianconeri usai kekalahan telak 5-2 dari Galatasaray pada leg pertama play-off Liga Champions UEFA.

Menurut Vignola, pertahanan Juve saat ini tidak memberikan jaminan apa pun, sebuah sinyal bahaya menjelang leg kedua yang akan digelar di Allianz Stadium.

Kekalahan yang Mengguncang Turin

Dalam laga di Istanbul, Juventus sempat unggul 2-1 dan terlihat mampu mengendalikan situasi. Namun, semuanya berubah drastis di babak kedua. Galatasaray memanfaatkan celah di lini belakang Juve dengan efektif dan tanpa ampun.

Situasi semakin memburuk setelah kartu merah yang diterima Juan Cabal, yang membuat keseimbangan tim runtuh. Hasil akhirnya: kekalahan 5-2 yang meninggalkan beban berat jelang leg kedua.

Kini, Juventus wajib menang dengan selisih minimal tiga gol tanpa balas untuk memaksakan perpanjangan waktu. Tugas yang bukan hanya berat—tetapi juga menuntut kesempurnaan.

Sorotan Tajam Vignola: “Pertahanan Tidak Memberi Kepastian”

Berbicara kepada media Italia, Vignola tak ragu mengungkapkan keresahannya:

“Pertahanan saat ini tidak memberikan kepastian. Kami memberi terlalu banyak ruang kepada lawan,”

Ia juga menyinggung minimnya kontrol permainan yang selama ini menjadi identitas Juventus. Dalam laga sebesar ini, kesalahan kecil bisa berakibat fatal—dan itulah yang terjadi.

Satu-satunya titik terang, menurut Vignola, adalah performa Teun Koopmeiners yang mencetak dua gol penting. Namun, kontribusi individu tak cukup untuk menutupi rapuhnya organisasi tim secara keseluruhan.

“Satu-satunya secercah harapan, meskipun hanya sebentar, adalah Koopmeiners, yang mencetak dua gol penting, salah satunya benar-benar indah. Sayangnya, itu terjadi dalam pertandingan yang buruk, tetapi saya berharap ini bisa memberinya dorongan ekstra yang selama ini ia cari untuk akhirnya benar-benar bangkit.”

Masalah Utama Juventus: Struktur dan Mentalitas

Kekalahan ini bukan sekadar soal hasil, tetapi cerminan masalah struktural yang lebih dalam:

  • Koordinasi lini belakang kurang solid
  • Transisi bertahan lambat
  • Terlalu banyak ruang antar lini
  • Minim kepemimpinan defensif

Juventus terlihat kesulitan menghadapi tekanan intensitas tinggi. Dalam kompetisi sekelas Liga Champions, kelemahan seperti ini selalu dihukum.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*