Mantan striker Juventus dan Lazio, Paolo Di Canio, melontarkan kritik pedas terhadap bek inti Bianconri, Lloyd Kelly.
Menurutnya, sang pemain belum menunjukkan level yang pantas untuk menjadi starter tetap di tim yang menargetkan Scudetto maupun Liga Champions.
Komentar tersebut muncul setelah kekalahan telak Juventus 5-2 dari Galatasaray pada leg pertama play-off fase gugur UEFA Champions League.
Blunder di Istanbul Jadi Sorotan
Dalam laga di Istanbul, Kelly dianggap bertanggung jawab atas gol keempat Galatasaray. Bek asal Inggris itu kehilangan bola di dalam kotak penalti sendiri, yang kemudian dimanfaatkan menjadi gol oleh Noa Lang.
Kesalahan tersebut memicu gelombang kritik, termasuk dari Di Canio yang dikenal blak-blakan dalam memberikan analisis.
Kritik Pedas untuk Kelly dan Spalletti
Di Canio tak hanya mengkritik Kelly, tetapi juga menyinggung pelatih Juventus, Luciano Spalletti.
Spalletti sebelumnya menyatakan bahwa Kelly “bahkan belum menyadari seberapa kuat dirinya.” Namun Di Canio menanggapi dengan sindiran tajam.
“Dia seperti tuna,” ujar Di Canio.
“Dalam arti yang baik, karena dia anak yang baik. Tapi tidak ada narasi yang membuat kita berpikir Kelly akan menjadi bek utama Juventus yang memenangkan Scudetto atau Liga Champions di masa depan,”
Menurut Di Canio, komentar motivasional dari pelatih terkadang perlu, tetapi performa di lapangan tetap menjadi ukuran utama.
“Beberapa hal dikatakan untuk memotivasi para pemain, tetapi kemudian Anda melihat penampilan seperti di Istanbul, yang membuat Anda kecewa.”
Statistik Kelly Musim Ini
Terlepas dari kritik tersebut, Kelly sebenarnya cukup sering mendapat kepercayaan musim ini. Ia mencatatkan 20 penampilan di semua kompetisi bersama Juventus.
Bek Inggris itu didatangkan dari Newcastle United pada bursa transfer Januari 2025 dan sejauh ini telah tampil dalam 51 pertandingan bersama Bianconeri di berbagai ajang.
Kontraknya di Allianz Stadium masih berlaku hingga Juni 2029, menandakan bahwa klub masih memiliki rencana jangka panjang untuknya.
Tantangan Besar di Sisa Musim
Kekalahan dari Galatasaray memperbesar tekanan terhadap Juventus dan Spalletti. Dengan target finis empat besar Serie A dan menjaga peluang di Eropa, konsistensi lini belakang menjadi kunci.
Jika performa Kelly terus dipertanyakan, bukan tidak mungkin ia akan kehilangan tempat utama dalam beberapa pekan mendatang.
Namun sepak bola selalu memberi ruang untuk pembuktian. Kritik tajam dari figur seperti Di Canio bisa menjadi cambuk motivasi, atau justru sinyal bahwa Juventus perlu mencari opsi lain di lini pertahanan.

Leave a Reply