Juventus 0-2 Como, Bianconeri Terpuruk di Turin

Kejutan besar terjadi di Allianz Stadium! Juventus dipermalukan Como dengan skor 0-2 dalam laga pekan ke-26 Serie A 2025-26, Sabtu (21/2/2026) malam WIB.

Kemenangan mengejutkan tim tamu bukan hanya mempermalukan publik Turin, tetapi juga menyeret Si Nyonya Tua ke mode krisis setelah rangkaian hasil negatif.

Como tampil efektif, klinis, dan tanpa kompromi. Sementara Juventus kembali dihantui kesalahan elementer yang membuat musim mereka semakin goyah.

Juventus dalam Tekanan: Krisis Nyata di Turin

Sebelum laga ini, Juventus sudah berada dalam tekanan setelah dua kekalahan beruntun dari Inter dan Galatasaray. Situasi makin sulit karena badai cedera dan skorsing: Pierre Kalulu absen kontroversial, Gleison Bremer, Emil Holm, Dusan Vlahovic, dan Arek Milik masih cedera, sementara Jonathan David belum dalam kondisi 100 persen.

Alih-alih bangkit, Juventus justru kembali menunjukkan wajah rapuh.

Statistik mencolok: ini menjadi kali ke-13 musim ini Juventus kebobolan dari tembakan pertama lawan ke gawang. Sebuah angka yang menggambarkan betapa lemahnya fokus dan konsentrasi lini belakang mereka.

Gol Pertama: Rangkaian Blunder yang Memalukan

Como membuka keunggulan pada menit ke-11 lewat Mergim Vojvoda. Gol tersebut lahir dari serangkaian kesalahan:

  • Weston McKennie salah umpan di lini tengah
  • Teun Koopmeiners gagal mengantisipasi pergerakan
  • Michele Di Gregorio melakukan kesalahan fatal di tiang dekat

Tendangan Vojvoda memang sedikit terdefleksi Fabio Miretti, tetapi kesalahan kiper tetap menjadi sorotan utama. Stadion Turin terdiam.

Tak lama berselang, Lucas Da Cunha hampir menggandakan skor saat Di Gregorio kembali melakukan kesalahan akibat back-pass buruk Koopmeiners. Beruntung bagi Juventus, bola hanya membentur mistar.

Serangan Balik Mematikan: Caqueret Sempurnakan Derita

Di babak kedua, Juventus mencoba menekan lewat situasi bola mati. Namun justru dari skema corner mereka sendiri, Como menghukum lewat counter-attack cepat.

Berawal dari inisiasi Sergi Roberto, Da Cunha mengirim umpan mendatar yang disambar Maxence Caqueret dari jarak dekat pada menit ke-61. Skor 0-2.

Gol tersebut memperlihatkan organisasi permainan Como yang matang di bawah arahan Fabregas—rapi, disiplin, dan tahu kapan harus menghukum.

Minim Kreativitas, Juventus Kehabisan Ide

Juventus memang menguasai bola, tetapi peluang bersih nyaris tak tercipta. Sundulan Koopmeiners hanya menyisir tiang jauh, tendangan bebasnya membentur mistar, dan Jonathan David menyia-nyiakan peluang emas di menit akhir.

Lebih buruk lagi, Manuel Locatelli menerima kartu kuning yang membuatnya absen melawan Roma pekan depan.

Ini menjadi kekalahan kandang pertama Juventus di Serie A sejak Maret 2025, sekaligus memperpanjang catatan negatif menjadi hanya satu hasil imbang dalam lima laga kompetitif terakhir.

Como Mendekat ke Zona Liga Champions

Kemenangan ini membawa Como hanya terpaut satu poin dari posisi lima besar. Sebuah pencapaian luar biasa bagi tim yang awal musim tidak diperhitungkan dalam perburuan zona Eropa.

Kemenangan di Turin bukan sekadar tiga poin. Ini adalah pernyataan.

Krisis Juventus: Masalah Taktik atau Mental?

Pertanyaan besar kini mengarah ke ruang ganti Juventus:

  • Mengapa kesalahan individual terus berulang?
  • Mengapa lini tengah kehilangan kontrol dalam momen krusial?
  • Apakah tekanan mental mulai memengaruhi performa tim?

Jika tidak segera berbenah, Juventus berisiko tertinggal lebih jauh dalam perebutan tiket Liga Champions.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*