Juventus Gelar Rapat Internal Usai Dibantai Galatasaray 5-2: “Kami Harus Bangkit!”

Juventus tengah berada dalam periode sulit musim ini. Kekalahan telak 5-2 dari Galatasaray di leg 1 play-off Champions League 2025-26 menjadi titik nadir terbaru yang memicu evaluasi besar di ruang ganti Bianconeri.

Menurut laporan Tuttosport, sehari setelah laga tersebut para pemain senior Juventus menggelar pertemuan internal yang disebut sebagai “konfrontasi jujur”. Pesan utamanya tegas: tim harus segera bangkit sebelum situasi semakin memburuk.

Performa Menurun, Alarm Serius Menyala

Dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, Juventus hanya meraih satu kemenangan. Lebih mengkhawatirkan lagi, mereka telah kebobolan 13 gol dalam empat laga terakhir, angka yang tidak mencerminkan standar defensif klub sebesar Juventus.

Pelatih Luciano Spalletti dikabarkan tampak sangat frustrasi usai kekalahan di Turki. Ekspresi kekesalan pelatih senior itu menjadi cerminan betapa seriusnya krisis yang tengah dihadapi.

Para pemain pun menyadari bahwa jika tren negatif ini terus berlanjut, peluang finis di empat besar Serie A, target minimal musim ini bisa terancam.

“Kami Harus Bangkit” – Solidaritas di Tengah Tekanan

Berbeda dengan situasi beberapa bulan lalu yang sempat diwarnai ketegangan internal, laporan terbaru menyebut ruang ganti Juventus justru dalam kondisi paling solid musim ini.

Tidak ada saling menyalahkan. Tidak ada alasan yang dicari-cari.

Para pemain sepakat bahwa masalah utama bukanlah kemalasan atau kurangnya komitmen, melainkan hilangnya konsentrasi di momen-momen krusial pertandingan. Kurangnya “kesadaran situasional” disebut sebagai kekhawatiran terbesar saat ini.

Namun justru di tengah tekanan itu, solidaritas tim disebut semakin kuat. Semua elemen skuad menyetujui evaluasi internal dan berkomitmen memperbaiki kesalahan bersama.

Spalletti Pertimbangkan Perubahan Taktik

Menjelang laga Serie A melawan Como di Allianz Stadium malam ini di pekan ke-26 Serie A, Spalletti dilaporkan tengah mempertimbangkan perubahan formasi.

Cedera yang dialami Gleison Bremer memaksa Juventus mengevaluasi ulang struktur lini belakang. Skema tiga bek menjadi opsi realistis untuk memperkuat pertahanan sekaligus mengembalikan stabilitas.

Perubahan ini bukan sekadar teknis, tetapi juga simbol bahwa Juventus siap bereaksi cepat terhadap krisis.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*