Jelang leg kedua play-off Liga Champions 2025-26 melawan Juventus, Galatasaray berpotensi kehilangan dua striker andalannya, Victor Osimhen dan Mauro Icardi.
Kabar ini tentu menjadi sorotan besar, mengingat kedua penyerang tersebut punya pengalaman panjang di Serie A dan sangat mengenal atmosfer Allianz Stadium. Absennya mereka bisa memengaruhi dinamika laga krusial yang akan digelar di Turin.
Juventus Butuh Keajaiban
Pada leg pertama di Istanbul, Galatasaray tampil dominan dan menghancurkan Juventus dengan skor 5-2. Kini, pasukan asuhan Luciano Spalletti membutuhkan performa luar biasa untuk membalikkan defisit agregat tiga gol.
Namun, peluang comeback bisa sedikit terbuka jika Galatasaray benar-benar tanpa dua mesin gol utamanya.
Kondisi Terkini Osimhen dan Icardi
Akhir pekan lalu, Galatasaray secara mengejutkan kalah 0-2 dari Konyaspor di liga domestik. Dalam laga tersebut:
- Victor Osimhen absen karena masalah lutut.
Kondisinya masih dipantau intensif oleh tim medis dan belum ada kepastian apakah ia cukup fit untuk dibawa ke Italia. - Mauro Icardi hanya bermain 45 menit sebelum ditarik keluar.
Penyerang asal Argentina itu dilaporkan mengalami nyeri punggung yang mengganggu performanya.
Situasi ini jelas menjadi perhatian bagi pelatih Okan Buruk, terutama dalam laga dengan tekanan tinggi seperti ini.
Faktor Psikologis dan Taktis
Osimhen dan Icardi bukan sekadar striker biasa. Keduanya pernah bersinar di Italia: Osimhen bersama Napoli, sementara Icardi menjadi ikon di Inter Milan.
Pengalaman mereka di Serie A membuat lini belakang Juventus harus ekstra waspada. Tanpa kehadiran mereka, tekanan terhadap pertahanan Bianconeri bisa berkurang secara signifikan.
Namun di sisi lain, dengan keunggulan agregat 5-2, Galatasaray sebenarnya masih berada di posisi nyaman. Mereka bisa memilih pendekatan lebih defensif dan mengandalkan serangan balik cepat.
Apakah Ini Momentum untuk Juventus?
Jika Osimhen dan Icardi benar-benar absen, Juventus tentu akan lebih percaya diri untuk menekan sejak menit awal.
Tanpa ancaman striker kelas dunia yang “mengunci” lini belakang, Bianconeri dapat bermain lebih agresif.
Meski demikian, misi membalikkan agregat tetap sangat berat. Tiga gol bukan selisih kecil, apalagi menghadapi tim yang sudah menunjukkan ketajaman luar biasa di leg pertama.

Leave a Reply