Spalletti: “Ada Peluang Yildiz Starter Lawan Galatasaray, Bremer Berisiko Absen”

Laga hidup-mati akan tersaji di Allianz Stadium saat Juventus menjamu Galatasaray pada leg kedua play-off Liga Champions 2025-26, Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB.

Tertinggal agregat 2-5, Bianconeri membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan.

Jelang pertandingan krusial tersebut, pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan gambaran mengenai kondisi skuad dan kemungkinan susunan pemain. Beberapa keputusan besar masih menggantung, terutama terkait Kenan Yildiz dan Gleison Bremer.

Kabar Baik: Yildiz Berpeluang Starter

Sorotan utama tertuju pada Kenan Yildiz, pemain muda yang menjadi salah satu pilar penting Juventus musim ini. Spalletti mengisyaratkan bahwa sang penyerang siap tampil sejak menit pertama.

“Yildiz ingin terlibat, semua sinyal yang ia kirim menunjukkan hal itu. Dia bisa saja bermain sejak awal,” ujar Spalletti.

Kehadiran Yildiz tentu menjadi suntikan energi besar bagi Juventus. Kreativitas, keberanian, dan insting menyerangnya sangat dibutuhkan untuk mengejar defisit tiga gol. Dalam pertandingan dengan tekanan setinggi ini, kualitas individu seperti Yildiz bisa menjadi pembeda.

Bremer Masih Tanda Tanya

Jika lini depan mendapat kabar positif, lini belakang justru menyisakan kekhawatiran. Bek tangguh Gleison Bremer masih diragukan tampil.

“Ada tingkat risiko dengan Bremer, kami akan mengevaluasinya dengan hati-hati besok pagi,” jelas Spalletti.

Absennya Bremer tentu akan memengaruhi stabilitas pertahanan Juventus. Menghadapi lini serang Galatasaray yang sudah mencetak lima gol di leg pertama, keputusan terkait Bremer akan sangat menentukan.

Opsi Taktis di Lini Tengah dan Kiper

Di sektor tengah, Spalletti membuka kemungkinan memainkan Teun Koopmeiners atau Weston McKennie di sisi kiri.

Keduanya menawarkan karakter berbeda, dengan Koopmeiners dengan distribusi bola dan visi bermain, sementara McKennie unggul dalam energi serta duel fisik.

Sementara itu, kejutan bisa terjadi di bawah mistar. Spalletti memberi sinyal bahwa Mattia Perin berpeluang tampil menggantikan kiper utama Michele Di Gregorio.

“Ada kebutuhan untuk melindungi situasi tertentu, dan dalam kasus ini bisa saja seperti itu,” katanya hati-hati.

Keputusan tersebut bisa menjadi langkah taktis sekaligus psikologis, mengingat tekanan besar yang menyelimuti pertandingan ini.

Mentalitas Spalletti: Tak Ada Ruang untuk Kegagalan

Meski tertinggal agregat cukup jauh, Spalletti menegaskan bahwa mentalitas tim harus tetap agresif dan percaya diri.

“Saya tidak akan pernah puas jika kami tidak lolos.”

Pernyataan ini menegaskan ambisi besar Juventus untuk tetap bersaing di Eropa. Remontada memang bukan tugas mudah, tetapi sejarah sepak bola telah membuktikan bahwa segalanya mungkin terjadi dalam satu malam magis Liga Champions.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*